Minggu, 27 Januari 2013

Munna Bhai M.B.B.S - ancestor of 3 Idiots

Siapa yang tidak kenal dengan film Aamir Khan yang sangat fenomenal ini? 3 Idiots. Di tahun 2010, film ini merupakan film yang sangat-sangat mendapat pujian. Dimana tokoh Rancho di dalam film ini menjadi sangat iconic. Mungkin yang suka dengan film ini akan mengerti bahwa Rancho menjadi sangat sentral di dalam film ini. Semua orang menyayanginya, ia bagaikan Tuhan.
Dan jujur, saya juga kagum dengan tokoh Rancho ini. Bagaimana ia berusaha menjadi seorang yang sukses tanpa harus dituntut macam-macam dari universitas. Meninjau kembali, apa gunanya manuia, dan apa tujuan manusia itu hidup.
Munna Bhai, produksi dari Vidhu Vinod Chopra ini bertemakan hampir sama, hanya saja tidak menekankan kepada pendidikan. Menekankan terhadap moral manusia, dan bagaimana ia harus bersikap. Cerita awalnya tentang seorang anak yang mengaku jadi dokter kepada orang tuanya. Dan seketika, orang tuanya mendadak datang, dan akhirnya ia menyulap tempat kerjanya, sebagai rentenir, menjadi sebuah klinik.
Di sini juga ada Boman Irani. Kalau kalian ngeh, kalian pasti tau, dia itu Virus. Di sini Boman Irani sebagai dokter, dan memiliki anak perempuan, kalau kalian berpikiran hampir sama dengan 3 Idiots, memang. Karena mereka berasal dari orang yang sama, hanya berbeda pada kemasan, dan pemerannya.
Yang membuat saya ngeh malah di dokter Asthana ini, ia memiliki seorang putri dan melarang putrinya untuk menikah dengan Munna Bhai, si pemeran utama. Setelah itu saya juga baru sadar bahwa tokoh Munna Bhai ini sangat sentral, ia dibantu oleh anak buahnya, dan orang-orang rumah sakit mulai menyukainya. Persis dengan 3 Idiots, dimana tidak hanya temannya yang mendukung dia, tapi juga akhirnya kepintarannya membuatnya menjadi orang yang sukses.
Ketika dikasih hadapan seperti itu, meskipun tidak bisa dibilang sama, tapi itu cukup membuat nilai 3 Idiots jatuh, karena pada tahun 2003, VVC sudah membuat film seperti itu, hanya saja masih kurang dalam packaging.
Di akhir filmnya, memang happy ending. Meskipun cerita yang diangkat masih terlihat dangkal, tapi untuk sebuah permulaan itu sudah bagus. Hanya saja, dengan pola yang sama, mau mengharapkan sesuatu yang lebih bagus? Itu tidak segampang itu.

Ah, jadinya ngomong aneh... Segitu dulu ya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar