Rabu, 30 Januari 2013

Race 2: Betrayal is Survival

Siapa yang masih ingat dengan Ranvir Singh? Seorang pengusaha yang nekat dengan ide-idenya. Iya, setelah ia berhasil menyingkirkan adik tirinya, ia menyapa kita semua dengan wajah-wajah baru. Tidak ada yang sama, kecuali Robert D'Costa yang selalu memakan buah, dari anggur, mangga, apel, strawberry, pisang dan lainnya.
Kali ini Saif Ali Khan, ditemani dengan aktris cantik Deepika Padukone dan villain yang tidak diragukan lagi aksinya, John Abraham. Dan kali ini karakter Ranvir Singh sudah mulai terbentuk, dan sangat iconic. Berjarak 4 tahun lebih, akhirnya film ini rilis untuk sequelnya.
Pembawaan cerita sama seperti yang sebelumnya, adanya narasi perkenalan karakter, dan seakan dialah karakter utamanya. John Abraham yang sangat tampak berbeda dari Dhoom (itu saya pertama kalinya nonton film John Abraham), badan lebih berisi, lebih tegap dan lebih rapi.
Dikisahkan kalau Armaan Malik (John Abraham) adalah seorang miliuner kaya raya yang sangat menyukai uang. Hidup dikelilingi kemewahan, dan tidak pernah ada yang bisa melawannya. Sebenarnya dia adalah seorang biasa, yang mencari duit dari aksi tinju secara gelap. Lalu secara ajaib ia bertemu dengan seorang ayah baptis yang merubah hidupnya. Menjadi Armaan yang sombong, dan angkuh.
Ia tidak sendiri, ia ditemani oleh Omisha (Jacqueline Fernandez), kekasihnya yang memiliki hobi yang sama, yaitu sama-sama mencintai uang. Semua harta itu bukanlah milik Armaan sendiri, setengahnya milik Alina (Deepika Padukone) sehingga sering terlihat sering berdua, apalagi dalam hal bisnis.
Bagaimana Ranvir Singh dan Armaan Malik bertemu? Apa yang membuat dua insan yang saling tidak berhubungan ini bertemu? Itu yang menjadi kunci dalam film ini. Dan itu tidak terlepas dari kisah awal.
Meski banyak menggunakan efek yang kurang bersih, tapi film ini sudah dapat membawa penonton ke dalam ceritanya. Khas memang, cerita dengan begitu banyak twist, adanya pemalsuan penglihatan terhadap penonton membuat Race 2 tidak jauh berbeda.
Mereka ditemukan oleh Thapar, seorang pemilik 5 casino yang ternama. Aksi pertama Ranvir adalah membuat Thapar bangkrut. Dengan imingan duit yang 3 kali lipat lebih banyak dari yang diinvestasikan, Thapar setuju untuk ikutan investasi, yang ternyata Thapar meminta pinjaman kepada Armaan. Twist pertama adalah ternyata Ranvir sudah bertemu dengan Armaan terlebih dahulu, sehingga mereka berdua sudah saling kerja sama untuk menjerumuskan Thapar.
Dan mulailah mereka berteman, pendekatan secara personal, berupaya saling menguntungkan satu sama lain. Alina mulai tertarik dengan kecakapan Ranvir, hingga terciptalah hubungan yang lebih intim diantara mereka berdua.
Sonia? Kalian merasa heran kenapa Ranvir mendekati Alina, diakhir film kita tahu bahwa Ranvir bersama dengan Sonia, yang dia sayangi. RD sempat bertanya, "Sonia apa kabar?" dan Ranvir menjawab, "Sonia? Kita sudah tidak bersama lagi." ketika Ranvir mendatangi RD untuk minta dikenalkan dengan Armaan. Sonia tewas dalam kebakaran mobil yang ditumpangi oleh Ranvir dan dirinya. Merupakan pembunuhan berencana, Ranvir mengejar si Algojo untuk mencari tau, siapa yang berada di belakang ini semua. Dari situlah ketahuan bahwa Thapar yang menyuruh algojo tersebut, atas permintaan Armaan. Itu twist kedua.
Di sini saya sangat menghargai upaya screen writer yang berhasil membuat hubungan dari satu sequel ke sequel sebelumnya. Jarang ada yang bisa membuat sequel seperti ini. Jadi tujuan Ranvir adalah membalaskan dendamnya terhadap kematian Sonia. Dengan membuat Armaan kehilangan semua hartanya.
Ketika Ranvir bertemu dengan Omisha, ia melihat foto Sonia di dalam dompet Omisha. Di sini sepertinya si SW mencoba membuat penonton berpikir bahwa Omisha ada hubungannya dengan Sonia. Cerita menceritakan bahwa Omisha adalah adiknya Sonia, dan mencari celah untuk balas dendam kepada Armaan. Ranvir memastikan akan hal ini, sayangnya Armaan tidak sebodoh yang dikira, ia telah memastikan Ranvir percaya bahwa Omisha adalah adiknya Sonia, Tanya Martin. Di sini kita dapat melihat, villain lebih pintar dari pada yang terdahulu, Rajiv. Penonton percaya bahwa Omisha berada di pihak Ranvir? Saya juga demikian. Hingga beberapa saat setelah itu, Armaan datang ke apartment Omisha, dan mencari Ranvir. Ternyata Tanya Martin adalah palsu. Itu adalah setup dari Armaan untuk Ranvir. Terlihat, lawan Ranvir sudah maju terlebih dahulu. Itu adalah twist ketiga yang kita lihat.
Sekarang, ketika kita menonton, pasti mengira bahwa Ranvir sudah tertinggal jauh. Dan kita juga sudah yakin bahwa Ranvir lebih dulu maju, layaknya Don, "Don already made his first move before enemies do." Kemudian datanglah ke bagian dimana ceritanya sama dengan National Treasure pertama, dimana Nicholas Cage mencoba mencuri perjanjian atau apalah yang berasal dari museum. Untuk hal ini tidak perlu dijelasin lebih lanjut. Tujuannya adalah mendapatkan uang dari Armaan, dengan imingan keuntungan yang tidak terbatas, unlimited.
Setup yang dibuat oleh Ranvir adalah membuat RD berada di pihak Armaan, sehingga ia merasa semua terkontrol sesuai keinginan dia. Sebelum merencanakan pencurian kain kafan Turin, Ranvir didatangi oleh Alina, dan sesaat setelah itu mereka berencana pergi. Namun Armaan menelpon untuk memberi kabar bahwa dimobil tersebut sudah dipasang bom oleh Thapar. Aksi Ranvir memang sedikit keren di sini, dengan kecepatan 80kmph, ia mencoba membuang bom yang ditanam di bawah mobil Alina.
Armaan dengan buru-buru menyusul mereka, memeluk Alina seketika mengetahui Alina selamat dari bom tersebut. Setelah itu akhirnya Alina berterus terang kepada Ranvir, membuat Ranvir tidak terlihat kaget, hanya saja bingung kenapa Alina, saudara Armaan malah membeberkannya. Ternyata bom tersebut tidak dari Thapar, melainkan dari Armaan. Sehingga Alina memilih mendukung Ranvir karena sikap Armaan yang begitu rakus.Ya, ini merupakan twist keempat.
Ranvir yang masih berhubungan dengan Omisha mengatakan bahwa transaksi nanti menggunakan kain kafan duplikat, yang asli ada di loker bandara. Yang kita tahu bahwa Omisha pasti bakal melaporkan hal berikut kepada Armaan. Sehingga Armaan merasa aman, dan bisa menjatuhkan Ranvir, demi uang.
Pada saat transaksi semua berjalan seperti rencana Armaan yang mengikuti rencana Ranvir. Namun ternyata minuman Ranvir telah diracuni. Disini jika kita menganggap twist kelima, tidak salah. Hanya saja kita pasti sadar, pemeran utama tidak mungkin mati. Itulah peraturan di semua film kan?
Ternyata Aline membocorkan rencana Armaan, sehingga membuat Armaan terlihat aman, dan terkontrol menurut keinginannya. Ketika mereka bertiga, Armaan, Alina dan Omisha berada di pesawat pribadi mereka Armaan membuka jati dirinya, ia berniat membunuh Alina saat itu juga dengan pistol. Sama seperti ketika Sonia mau dibunuh oleh orang suruhan Rajiv, Ranvir datang dengan sedikit kehebohan.
Terjadi drama yang lumayan, hingga akhirnya pertarungan hand by hand Ranvir dan Armaan. Ternyata Armaan lebih dulu memiliki exit plan, dengan menembak pilot, menembak parasut, dia dan Omisha kabur membawa uang dan sertifikat. Sementara itu, our hero keluar dari pesawat dengan mobil! Agak tidak masuk akal sih apa mobil bisa keluar dari pintu pesawat untuk penumpang. Tapi begitulah ceritanya. Yang ternyata di mobil tersebut ada parasut empat, sehingga mereka berdua selamat.
Armaan yang meminjam duit godfather Anza, memberi kain kafan asli. Seorang ahli didatangkan, mungkin kalian tau seketika apa yang akan terjadi. Iya, benar, itu bukan yang asli. Armaan benar-benar kalah dari Ranvir kali ini.
Seperti film sebelumnya, diakhiri dengan pertemuan RD berserta Cherry (Ameesha Patel). Sedikit intermezzo mengenai RD, ia sudah tidak bersama Mini, kini ia sudah bersama Cherry yang berhasil diseducenya ketika di Roma. RD bertanya pada Ranvir, lantas dimana yang asli. Ranvir menjawab, yang asli tidak pernah meninggalkan gereja.
Namun jika di akhir film yang pertama Ranvir berkata "Semoga kita tidak bertemu lagi" kepada RD, kali ini ia berkata, "Kita akan bertemu lagi." sepertinya akan ada sequel dari Race 2. So, stay tunned. (as)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar