Selasa, 08 Januari 2013

Suku Batak, di tanah Bandung

Indonesia kaya dengan ragam budaya. Mungkin Bali sudah terkenal di seluruh penjuru dunia, Bali dengan adatnya. Lalu Jawa, tak banyak yang membeberkan apa itu adat Jawa, tapi orang sudah mengerti. Selain itu masih banyak lagi etnis dan suku yang ada, salah satunya adalah Batak. Suku yang dominan berdomisili di Medan dan Sumatra Utara ini juga khas bangsa Indonesia. Ada beberapa artis berdarah batak, anggap saja Lulu Tobing, Giovanni L. Tobing, Ruhut Sitompul, dan masih ada lagi.
Kali ini Sammaria Simanjuntak, Produser film fenomenal Cin(t)a ini menggarap film yang membawa sukunya sendiri, Hala Batak! Anak batak ini tidak hanya cakap dalam membuat cerita, namun juga menggarapnya. Ada yang unik dari film Demi Ucok ini, selentingan ada curhatan sang penulis. Tapi, tidak semua kisah di Demi Ucok ya.
Durasinya memang sedikit lebih pendek dari film-film biasanya. Sekitar 70 menit, tapi sukses membawa suasana kocak kepada penonton. Tokohnya cuma ada empat, yaitu Gloria Sinaga (Geraldine Sianturi) sebagai tokoh utama, dan mamaknya Mak Gondut (Mak Gondut) serta seorang temannya Niki (Saira Jihan) yang sedang hamil tua, dan teman mereka A Cun (Sunny Soon) yang ingin jadi artis terkenal.
Glo, biasanya ia dipanggil. Ia telah sukses membuat sebuah film, dan ia percaya bahwa film pertama bisa dibuat secara amateur, dan yang kedua tidak boleh, harus profesional. Ia ingin membuat film keduanya, hanya saja terhalangi dengan dana. Ia mencari produser yang mau menerima script nya, namun gagal. Di sisi lain, Mak Gondut divonis memiliki penyakit yang membuat umurnya tak lama lagi. Karena menurutnya Keberhasilan seorang wanita batak itu dilihat dari anaknya, akhirnya ia semangat mencari sesosok 'ucok' untuk Glo, anaknya.
Kekocakan terjadi karena dengan semangatnya, Mak Gondut bergabung di tiga partai, dari yang berwarna Biru, Ungu, hingga Hijau yang terkenal dengan islaminya. Sementara Glo giat mencari produser, Mak Gondut selalu menyuguhkan tawaran lelaki kepada Glo. Namanya juga batak, bukan batak kalau tidak keras pendirian. Glo bersikukuh, Mak Gondut sedikit merenggang. "Mau berapa duit kau? 1 M? Gampang, nanti mamak kasih." Mungkin kalau yang sudah melihat trailernya, pasti bakal ngerti.
Tetap saja, mana ada anaknya yang ingin mamaknya mati. Begitu juga dengan Glo. Glo putus asa karena A Cun pergi ke Jakarta untuk meraih mimpinya, sementara Niki, yang menurutnya hanya ada dua cowo di dunia ini, one who want to fuck me or want to fuck guy senang menjalani hidupnya yang datar, menjual dvd bajakan. Bagian Glo - Niki agak susah diceritain, soalnya sentral plot cuma ada di Glo dan Mak Gondut.
Mak Gondut menawarkan Glo uang 1 M dari pinjaman temannya di partai, sayangnya duit itu hasil korupsi. Glo menolak.
Hampir saja dipakai Glo, karena ia sudah tidak punya harapan lagi, namun ketika melihat A Cun sukses, ia akhirnya membuang cek itu. Niki datang dengan ide sejenis fund-raise di website www.demiapa.com di situ bisa submit film apa yang ia ingin buat, dan orang akan membantu. Dalam waktu satu bulan, mereka merencanakan bakal dapat 1 M dari 10.000 orang, sayangnya tidak dapat, karena informasi film tidak jelas, bahkan A Cun menyarankan untuk memakai fotonya, tapi tetap saja tidak berhasil.
Satu-satunya jalan adalah Glo berbaikan dengan Mak Gondut, ia mencoba mendekatkan diri dengan Tumpal, anak batak. Karena itu, Mak Gondut senang, dan mengirim secara berantai kepada semua temannya, sudah hampir 1 M uang yang terkumpul, tiba-tiba saja lenyap karena Glo tidak ingin menikah dengan Tumpal, semua hanya permainan Glo semata.
Mak Gondut kecewa, Glo berpisah dari rumah Mak Gondut, tinggal di dekat Niki. Suatu hari dikabarkan Mak Gondut jatuh sakit karena merasa dibenci oleh anaknya sendiri, dan orang lain. Glo yang saat itu bertemu dengan produser idolanya langsung lari menuju rumah sakit. Kasih Ibu memang tidak ada putusnya.
Dan akhirnya Glo memutuskan untuk membuat film yang amateur lagi, dengan Mak Gondut sebagai bintangnya, dan A Cun sebagai harimau jejadian. Di malam premier, Mak Gondut drop, Glo merasa sedih, ia mengira mak Gondut meninggal. Tapi ternyata tidak, sebelum mak Gondut melihat Glo menikah. Ntah itu siksaan atau berkah untuk Glo.
Iya, filmya sampai disitu saja. Gak rugi deh nontonnya. Banyak sindiran untuk pemerintah maupun untuk pribadi.

Gak ada ide sih mau komenin apa, selain bangga sama Batak. Eh, gini-gini saya ada darah batak loh. Get married, forget her dream, live boringly ever after.
Oh iya, kenapa di tanah Bandung? Karena lokasinya full di Bandung. Dan juga banyak orang bataknya. Saatnya kita tunggu film-film yang mengangkat nama Indonesia di mata perfilman Internasional.

4 komentar:

  1. Adat Batak jg sudah terkenal seantero Indonesia. Siapa yg gk kenal budaya Batak. Siapa jg yang gk tahu artis2nya yg terkenal di Ibu kota

    BalasHapus
  2. Iya, memang ada. Dan sudah terkenal, sama seperti suku Minang, Jawa, dan Bali. Maksudnya lebih fokus ke budayanya, bukan hanya sekedar darah batak semata. Sudah saatnya kita revolusi bukan di dunia perfilman ini?

    BalasHapus
  3. Mantab nih film nya! Kbetulan saya suku batak..hehehe :D

    Indonesia memang sudah terkenal paling kaya akan suku nya di dunia. Nice posting :)

    BalasHapus
  4. Salam kenal ya


    TambelanBlog -> CARA DAFTAR EBAY 1 MENIT TANPA KARTU KREDIT

    BalasHapus