Minggu, 17 Februari 2013

Dabangg 2: It's Chulbul Pandey, Sir.

Siapa yang tidak mengenal Salman Khan? Salah satu aktor yang cukup dihargai di bollywood sana, berhasil memainkan beberapa genre film, dari Romance, Drama, Comedy, hingga Action. Dabangg yang berarti fearless atau Tidak Takut ini merupakan kisah seorang anak lelaki yang kurang akan perhatian ibunya setelah ibunya menikah dengan Pandey Sr. Hingga membuat ia menjadi salah satu oknum di kepolisian di daerah Uttar Pradesh.
Kini ia telah memiliki seorang istri,yang merupakan lanjutan dari cerita sebelumnya. Ia sudah pindah dari Uttar Pradesh ke Kanpur, kota yang lebih besar, dan lebih luas dari yang sebelumnya. Masih dengan orang-orang yang sama dan juga pola yang sama, Dabangg 2 datang menghampiri penonton layar lebar dengan penghasilan kedua setelah Ek Tha Tiger, yang secara kebetulan Salman Khan berperan sebagai lead role male di dalamnya bersama Katrina Kaif, mengalahkan A Yash Chopra Romance, Jab Tak Hai Jaan yang membawa aktor kesayangan Yash Chopra, serta disandingkan dengan Katrina Kaif. Ada yang perlu kita tau, apakah Shah Rukh Khan sudah kehilangan charmnya atau justru konflik yang ada membuat hal ini terjadi, kita tidak pernah tau. Karena cerita cinta itu abadi, bahkan sampai bertahun-tahun lamanya.
Dengan setup yang sama, bahkan Prakash Raj yang menjadi lead antagonist di prequelnya masih mengambil peran di sini, sebagai orang yang berbeda pula. Adanya Kareena Kapoor sebagai special apparance di film ini menjadi daya tarik sendiri untuk para penonton, menyaksikan moleknya tubuh istri Saif Ali Khan ini.
Di Kanpur, ada calon legislatif yang menjadi antagonis, sekaligus saudara dari Chunni (Nikitin Dheer). Pola yang sama, dimulai dari sebuah kasus ringan, jika dulu dimulai dengan perampokan bank, sekarang dimulai dengan penculikan seorang anak kecil, yang membuat Robin Hood Pandey ini semakin tenar di Kanpur. Ada satu favorite speech yang saya suka dari film ini, tepat ketika Chulbul sudah menyelamatkan anak lelaki tersebut.
Do you prepare a huge amount of money to the goons to let your child safe, and you don't to the saviour of your child.
Perselisihan antara Baccha (Prakash Raj) dan Chulbul Pandey sendiri karena tindakan Genda, adik dari Baccha sendiri telah mengganggu ketenangan warga sekitar dan juga mengancam Prajapati Pandey (Vinod Khanna) ayah dari Makkhi Pandey (Arbaaz Khan) sang produser dan juga director yang mengambil peran di dalam filmnya sendiri.
Akibat dari tindakan sembrono Genda tersebut, nyawanya melayang dengan sekali hentakan tangan Chulbul, itu yang membuat Baccha Bhaiyya marah, meskipun ia masih dinasehati oleh commisioner untuk tetap diam, demi menjaga popularitas. Namun kesabaran lelaki paruh baya ini habis ketika adinya, Chunni mengatakan bahwa ia kangen ayah mereka, yang pasti sudah akan membuat Chulbul mati beberapa waktu lalu.
Karenanya, ketika Rajjo (Sonakshi Sinha) dan Makhi dari temple dihajar oleh orang-orang suruhan Baccha, yang mengakibatkan Rajjo yang sedang hamil muda kehilangan anaknya, hal ini yang menyebabkan Chulbul Pandey murka.
Seperti yang sudah saya bilang di atas, polanya sama. Jika di prequel Chulbul dibantu oleh adiknya yang saat itu jadi tawanan, kali ini dia sendirian, menghadapi Baccha dan serentetan anak buah yang kalap akan uang. Masih dengan sterotype 'hero must win' ya kita bisa tau kalau Pandey Jr ini akan berhasil menuntaskan musuhnya, dan ceritanya berakhir dengan happy ending.
Cocok untuk tontonan ketika memiliki waktu luang dan sedang sumpek dengan pekerjaan atau tugas dan rutinitas, cukup menghibur dengan efek slow motion yang khas dari Dabangg. Don't ever think about it. Because when he says "I remember it about..." means you'll die.(as)

Sabtu, 16 Februari 2013

Rectoverso, Cinta yang tak terucap

Jika ABC's of death adalah 26 cara untuk mati, dan 3Sum adalah 3 cerita oleh 3 sutradara, Rectoverso adalah 5 cerita dari 5 sutradara yang diangkat dari cerita-cerita pendek Dee Lestari, penulis Perahu Kertas yang di quarter akhir 2012 berhasil membuat penonton film yang diarahkan oleh Hanung Bramantyo dan langsung dibuat dialog serta jalan ceritanya oleh Dee sendiri meneteskan air mata, karena terharu.
Kali ini, 5 sutradara yang kita kenal sekali sebagai artis, yaitu Marcella Zalianty, Rachel Maryam, Olga Lidya, Cathy Sharon dan Happy Salma.
Menyuguhkan 5 cerita yang dipadu secara film omnibus. Tidak ada hubungan satu sama lain, hanya saja saya menemukan satu kesalahan di dalam film ini, meski itu tidak membawa dampak terhadap cerita film ini. Lima kisah yang diangkat itu berjudul Malaikat Juga Tahu, Hanya Isyarat, Firasat, Cicak di Dinding, serta Curhat Buat Sahabat.

Untuk Malaikat Juga Tahu diarahkan langsung oleh anak Tetty Liz Indriati ini bercerita tentang seorang yang kurang beruntung dalam segi perkembangan jiwanya. Bukan gila, hanya saja ia tidak bisa beradaptasi layaknya kita sebagai manusia normal. Abang, itulah biasanya ia dipanggil oleh anak-anak kost yang berada di kost Bunda. Abang sendiri diperankan oleh Lukman Sardi, artis yang namanya melambung semenjak bermain bersama Dedy Mizwar di Nagabonar Jadi Dua ini berhasil memukau penonton karena aktingnya. Tidak gampang untuk memerankan suatu karakter yang ketebelakangan secara mental maupun fisik.
Cerita yang berasal dari Dee ini ditulis untuk ditampilkan ke layar lebar oleh Ve Handojo. Adanya Prisia Nasution yang berperan sebagai Leia membuat cerita ini lebih indah serta dengan tambahan sesosok bunda yang diperankan oleh Dewi Irawan membuat pesan yang ingin disampaikan oleh Marcella menjadi terbagi dua, apakah itu cinta seorang ibu terhadap anaknya, atau cinta seorang lelaki pada seorang perempuan, adanya Marcell Domits membuat cerita lebih menggugah emosi, karena ia berperan sebagai Hans yang adalah adiknya Abang, dan ia tertarik dengan Leia. Begitu juga dengan Leia, yang terbuai akan kasih sayang Hans.
Ada alasan tersendiri kenapa Abang mempunyai perasaan khusus terhadap Leia. Dan Bunda yang sadar akan tulusnya cinta Abang terhadap Leia berusaha memberi tahu secara langsung. Ada kutipan yang saya ambil dari buku Dee langsung, dan di film memang ditekankan akan hal itu, tiada yang berbeda.
"Dia tidak bodoh.." ucap Bunda.
"Bunda, saya tahu dia tidak bodoh." balas Leia.
"Dia akan segera tahu kalian berpacaran." tegas Bunda.
"Biarkan dia tau sekarang, daripada nanti setelah kami menikah." Hans membalas Bunda.
"Bagi abangmu, apa bedanya sekarang dan nanti?"
"Kami tidak mungkin sembunyi seumur hidup!"
"Kalau perlu kalian sembunyi terus seumur hidup."
"Ini tidak adil... Ini tidak masuk akal." Hans tetap saja membantah Bunda.
"Jangan bicara soal adil dan masuk akal. Aturan kamu, aturan kita, tidak berlaku bagi dia." desis Bunda, "Kamu tidak tinggal di rumah,, kamu tidak kenal dia seperti Bunda kenal dia."
Hal ini membuat Leia dan Hans memutuskan untuk pergi dari rumah, dan balasan yang didapat Bunda akan hal itu adalah, tiap malam minggu, Abang selalu meraung, selalu mencari yang hilang dari hidupnya. Iya, hingga Abang sudah tidak ada di dunia, ia habiskan tiap minggu untuk meraung dan meraung, hingga seisi kost pun menghindar setiap minggunya.
Memang benar adanya bahwa ada perbedaan yang cukup signifikan dari Novel hingga ke layar lebar, begitulah yang saya hadapi, berapa waktu saya terenyuh... cerita yang hanya beberapa halaman itu dibuat lebih dramatis, tidak seperti yang disuguhkan di layar lebar yang lebih logis dan lebih emosional. Leia benar, ia bukan malaikat yang tau siapa yang lebih mencintai dirinya, dan berapa lama.
Seratus itu sempurna. Kamu lebih. Lebih dari sempurna. - Abang

Firasat. Cerita mengenai firasat ini disutradarai oleh artis sekaligus politikus Rachel Maryam. Cerita ini dibintangi oleh Asmirandah sebagai Senja, seorang gadis belia yang hobi membuat kue bersama ibunya, Widyawati. Kesehariannya dihabiskan dengan mengantar kue, ataupun menghadiri klub firasat yang di sana ia jumpa dengan Panca (Dwi Sasono). Seorang pria yang diperhatikan Senja sedari dulu, dan ia memiliki firasat terhadap Panca.
Untuk cerita ini sih agak berat, atau sama sekali tidak begitu bermakna kecuali bagaimana kita menerima firasat itu sendiri. Dan saya pernah bilang diatas, saya menemukan satu kesalahan film ini, adalah ketika ibunya Senja berkata, "Sekalian bawain kue ini ke Bundanya Abang." dialog itu sempat membuat saya berpikir kalau ini ada hubungannya, terlebih lagi ketika saya membaca sinopsis, saya yakin bahwa Asmirandah lebih cocok untuk menjadi seorang lead female. Ternyata ini omnibus... film yang ada beberapa cerita dan saling tidak ada kaitan satu sama lain.
Untuk cerita Cicak di Dinding, yang diarahkan oleh mantan VJ ini memang terlihat seperti budaya barat, adanya free sex, dan kehidupan yang glamor. Ada Saras (Sophia Latjuba) yang menarik perhatian Taja (Yama Carlos) namun ketika rasa itu mulai tumbuh, Saras menghilang. Mereka jumpa lagi ketika Saras diumumkan sebagai calon istri abang Irwan (Tio Pakusadewo).
Cerita mengenai Hanya Isyarat yang diarahkan langsung oleh Happy Salma mengenai bagaimana seorang manusia hanya bisa memberi isyarat, berusaha menyembunyikan perasaan, bahkan di depan orang itu sendiri. Ada yang saya suka dari sini, ketika Al (Amanda Soekasah) bercerita mengenai temannya yang selalu makan punggung ayam dan orang itu lebih beruntung daripada Al, karena Al hanya bisa melihat punggung seseorang, meski ia tau orang itu punya tubuh serta mata yang berwarna coklat muda.
Cerita yang terakhir, mengenai sahabat. Ada Amanda (Acha Septriasa) yang selalu bercerita kepada sahabatnya Regie (Indra Birowo). Ya, mungkin bagi yang merasa di friendzone cerita ini tepat sekali untuk dibaca, atau ditonton... ada makna dalam di dalam novelnya, bagaimana cinta tersebut bisa tua, lalu menghilang.
Secara garis besar, cerita yang paling menarik hati adalah cerita Abang, yang berhasil membuat saya terisak di dalam bioskop. Belum ada film yang membuat saya terisak, iya, film Indonesia. Seingat saya saya menitikkan air mata ketika menonton Jab Tak Hai Jaan, bukan karena cerita yang membuat terharu, tetapi karena kita semua tau kalau kita bakal rindu dengan cerita cinta yang dikemas oleh sutradara ternama Yash Chopra.
Sebagai sebuah film Indonesia, saya kagum akan subtitle yang sudah sedia, dan juga cerita yang menarik untuk diikuti. Porsinya sudah pas, jika cerita tentang Abang dibuat lebih panjang, orang akan berpikiran seperti Rain Man atau sejenisnya. (as)

Jumat, 15 Februari 2013

Sampai Ujung Dunia

Film yang ditayangkan di tahun baru ini sebenarnya rilis tidak seberapa lama, sekitar November atau sebelumnya. Ceritanya merupakan cerita drama yang dibalut dengan persahabatan. Mungkin tidak bisa kita memandang Kuch Kuch Hota Hai, meski ini menceritakan tentang tiga orang sahabata yang terhalang cinta diantara mereka. Film gagasan Monty Tiwa ini membawa suasana baru di dalam perfilman Indonesia tersendiri, meski tidak begitu mendapat repson seperti 5cm atau Habibie dan Ainun.
Film ini sendiri membawa Gading Marten sebagai pentolan yang sangat penting, di mana kita dapat melihat begitu banyak fans pemilik twitter @gadiiing ini.
Selain itu ada Dwi Sasono sebagai lawan mainnya dan Renata. Cerita tentang tiga orang sahabat yang sedari kecil saling menghabiskan waktu bersama terhenti ketika kedua lelaki ini, Gilang (Gading Marten) dan Daud (Dwi Sasono) saling cemburu satu sama lain. Saat itu keduanya baru saja lulus sekolah, Annisa (Renata) yang anak panti asuhan tidak dapat sekolah, ia dibantu oleh Gilang untuk bekerja di percetakan milik ayahnya Gilang (Roy Marten).
Persahabatan antara Gilang dan Daud dalam sekejap berubah, mereka saling merasa dihina satu sama lain. Sehingga muncul pertanyaan dari Daud, "Lo pilih siapa Nis?" dan Annisa yang tidak kepikiran sama sekali untuk memiliki hubungan lebih lanjut dengan keduanya, kebingungan. Karena kedua sahabatnya bertindak bak anak kecil, Annisa pun dengan lantang memberi syarat, siapa yang berhasil membawa ia ke Belanda tanpa uang orang tua, dialah yang menang.
Dan saat itu Gilang yang merupakan anak orang kaya merasa bingung, bertanya lebih lanjut, tapi sayang, ia hanya mendapat sindiran dari Nisa. Nisa memberi selebaran, sehingga keduanya sepakat akan mengikuti persyaratan dari Nisa. Daud yang berkeluarga pas-pas, ia tidak bisa bermimpi lebih jauh, dan Gilang, dapat sindiran dari sang Ayah karenanya. Tetapi bukan cinta namanya kalau hal tersebut tidak terwujud. Daud berhasil masuk ke pelayaran, sementara Gilang di udara, alias Sekolah Tinggi Ilmu Penerbangan. Di sana kehidupan mereka berbeda.
Daud, yang memang tidak biasa hidup dengan santai, ia merasa tidak ada halangan, hanya saja Annisa selalu menjadi pikirannya selama di asrama. Gilang, selalu saja kena hukum, image telah terbentuk sebagai anak mama menjadikan Gilang selalu mendapat pengecualian, seperti ketika jatah pesiar, Gilang tidak bisa keluar karena ia seorang anak mama. Daud dengan bebas bisa menemui Annisa, hanya saja ia terlalu sibuk dengan kegiatannya.
Cerita yang dibawa sungguh menarik, dengan metode penceritaan ulang, membuat terasa itu adalah sebuah kisah yang patut didengar. Cerita ini berakhir di Belanda, ketika Gilang dan Daud mempertemukan Annisa dengan ibu kandungnya, Charlotte.
Di akhir film, saya merasa tidak seperti akhir dari sebuah cerita. Memang bisa dikatakan tamat, hanya saja masih banyak celah untuk membuat cerita ini jauh lebih panjang dan lebih menarik. Karena semasa sekolah, Gilang ditaksir oleh Rena, sementara Daud tidak dijelaskan. Mungkin mau membuat twist, karena penonton pasti sudah menduga kalau Annisa pasti lebih memilih Daud. Namun syaembara tetaplah jalan, Nisa mau tidak mau harus berada di sisi Gilang. Sementara Daud pergi berlayar. "Beri aku alasan untuk kembali nanti..." itu yang diucap oleh Daud ketika mereka berpisah. Rasanya drama ini kurang memainkan emosi penonton. (as)

Kamis, 14 Februari 2013

Wreck it Ralph [2012]

Siapa yang tidak sempat nonton film Disney yang berjudul Wreck-It Ralph? Iya, film ini bersanding dengan Skyfall yang merupakan film ke 23 dari James Bond, dan film ketiga Daniel Craig sebagai mata-mata yang berdarah Inggris tersebut. Mungkin bagi mereka yang selektif, akan lebih memilih Skyfall dibanding sebuah film kartun yang bisa nanti ditonton.
Film Wreck-It Ralph ini membawa tema game arcade yang sekarang hampir jarang yang menggunakan sarana ini sebagai permainan, semua sudah bisa dimobilisasi. Dan yah, tidak hanya mengenang mesin yang canggih ditahunnya tersebut, Wreck-It Ralph mengandung pesan moral yang sangat tinggi dan memang rasanya cocok untuk diperlihatkan kepada anak-anak jaman sekarang, ya meski Disney tidak lepas dari sekelumit cerita cinta di salah satu tokoh, meski bukan menjadi cerita utama dari film ini.
Film ini bermula tentang keinginan Ralph untuk dipandang di dalam arcade maupun di dunia arcade tersebut. Seperti yang kita ketahui, dalam sebuah cerita pasti ada tokoh yang berperan menjadi hero dan ada yang berperan sebagai villain, yang membuat hero terlihat lebih bagus dan lebih dihargai. Disitulah Fix-It Felix Jr. dan Ralph bertemu. Kisah tidak bermulai ketika tepat seluruh tokoh di Fix-It Felix merayakan anniversary yang ke-30, dan itu tanpa sepengetahuan Ralph. Hal ini yang membuat dia merasa tidak dipandang, sehingga ia mencari medali untuk membuktikan kalau dia adalah seorang hero.
Karena itu dia mencoba masuk ke arcade lain untuk mendapatkan medali, ia berhasil dengan jalan yang ditempuh. Hanya saja karena keteledoran dia, mengakibatkan semua arcade gempar. Dan di sinilah cerita yang sebenarnya dimulai. Banyak yang terjadi perubahan, sehingga ditemukan "Turbo" yang dulu menghilang, dan sekarang menyamar menjadi seorang raja disebuah arcade.
Film ini sangat identik dengan film disney yang lainya, membuat penonton tidak bosan. Adanya segelintir kisah cinta membuatnya semakin enak ditonton. Dimulai dari pencarian Ralph oleh Felix hingga mempertemukan ia dengan seorang wanita dari arcade lain yang cantik, dan menyelusuri kota Sugar Rush. Sebuah arcade yang didesain untuk anak-anak yang bernuansa permen. Di sini pun terjadi karena Ralph tidak sengaja mengaktifkan pesawat kecil dari Hero's Duty yang membawanya ke arcade satu ini. Tidak segampang itu, adanya cy-bug yang ikut membuat masalah menjadi lebih panjang. Medali yang sudah didapat oleh Ralph tergantung di atas sebuah pohon yang berbahan dasar permen (candy cane) namun ia tidak mendapatkannya kembali, malah diambil oleh Vanellope, seorang penduduk Sugar Rush.
Vanellope ini ternyata sangat ingin ikut dalam lomba balap yang diadakan, namun ia tidak punya koin emas, sehingga ia menggunakan medali tersebut untuk mendapat kesempatan tersebut.
Pada saat itulah Ralph bertemu dengan King Candy, yang awalnya kita mengira adalah orang yang sangat egois, dan tertipu ketika ia membantu Ralph untuk mendapatkan medali miliknya dan menghentikan Vanellope untuk ikutan di dalam lomba balap mobil yang sementara itu hubungan Ralph dan Vanellope baru saja terbentuk dengan baik. Hal ini membuat Vanellope marah, lalu membuat Ralph pulang ke tempatnya, Fix-It Felix.
Ketika ia kembali ia tidak menemukan satu orangpun, sehingga ia merasa bahwa ia salah, ia tidak ingin tinggal sendiri di dalamnya. Hal ini yang membuat Ralph sadar, lalu ingin meminta maaf kepada Vanellope, sayangnya sudah terlambat. Vanellope ditahan oleh King Candy di funny dungeon. Ralph yang bertemu dengan Sour Candy (sebuah permen asam yang merupakan asisten raja) bertanya dimana Vanellope, dan akhirnya Sour Candy memberi tahu mengenai glitch yang dialami oleh Vanellope.
Sehingga Ralph ingin membuat Vanellope ikutan dalam balap tersebut, hanya harus sampai garis finish. Ternyata King Candy tersebut adalah Turbo yang dulu kabur dari arcade miliknya, ia telah nyaman menjadi King Candy, sehingga ia membuat hidup Vanellope yang merupakan Queen of Sugar Rush menjadi menderita.
Setelah ketahuan identitas aslinya, Turbo tidak tinggal diam, ia berencana membuat kekacauan di kota tersebut. Dan aksi heroic dari Vanellope beserta Ralph menjadi penentu di dalam film ini. Sehingga akhirnya semuanya berbahagia. Dan benar, tidak ada akhir yang tidak bahagia. (as)

Rabu, 13 Februari 2013

Talaash - Twist with a Gosh... Do you believe with it?


Talaash (2012)
Setelah menunggu cukup lama karena tidak sempat nonton di bioskop, akhirnya saya bisa menonton film yang katanya following 'Kahaani' ini. Dibintangi oleh bintang termahal India di tahun 2011 lalu, Aamir Khan, dan didampingi dengan lawan mainnya di Ghulam (1998) dan 3 Idiots (2010). Yap, dibantu dengan Rani Mukherjee dan Kareena Kapoor serta Nawazuddin Siddiqui yang berperan berbeda ketika di Kahaani (2012)
Cerita yang dimulai dengan kasus yang dihadapi oleh seorang polisi yang cukup dihormati Surjan Singh Shekhawat (Aamir Khan) mengenai kecelakaan yang dialami oleh seorang artis terkenal, Arman Kapoor. Meninggal karena kecelakaan yang disebabkan oleh tenggelamnya mobil yang ia bawa pada dini hari. Sang polisi ini memiliki kehidupan sendiri yang ternyata memiliki kisah tersendiri.
Ia kehilangan anaknya yang berusia 8 tahun, Karan karena tenggelam di danau. Film yang dibuat oleh Akhtar bersaudara ini memang sangat identik satu sama lain, pasti kaya akan twist yang memukau. Sang istri, Roshini (Rani Mukherjee) yang terlihat depresi seolah membuat kita bahwa beban yang dialami oleh Suri (nama akrabnya) ini sangat besar, dimulai dari kehilangan anak, istrinya yang terlihat sangat depresi, hingga pekerjaan yang menuntut kejelian serta waktu yang tidak terduga.

Adanya faktor seperti Professor Translewney ini membuat kita penasaran karena membawa kita ke arah yang penuh dengan kecurigaan sembari mengikuti logika si Suri untuk memecahkan kasus tersebut. Dimulai dari diketahui Arman meminta uang kepada akuntan pribadinya, selentingan fakta bahwa Arman tidak pernah membawa mobil sendiri dan sebagainya. Lalu disusul dengan bertemunya Suri dengan seorang PSK cantik yang mengaku namanya Rosie (Kareena Kapoor).
Selentingan diberi scene yang membuat kita yakin bahwa ia memiliki peran penting. Begitu banyak twist kecil yang disuguhkan seperti ternyata ada hubungannya dengan temannya Arman sendiri, dan juga membuat kita curiga bahwa temannya ini berniat menikahi Sonia (istri Arman). Tampilnya Nawazuddin Siddiqui di sini juga membawa cerita lebih berwarna, karena kita juga tidak bisa melepaskan perannya yang begitu penting untuk membuka kasus ini lebih jelas.

Dekatnya hubungan Suri dan Rosie membawa Suri berhasil memecahkan kasus ini, yang ternyata merupakan upaya mencari sebuah acknowledgement. Mungkin kalau kita sering menonton film-film yang disokong oleh Excel Entertainment kita bisa memulai ekspektasi yang tinggi, seperti bakal ada twist yang buat kita kagum, tapi untuk kali ini, memang benar, out of expectation, tapi tidak begitu wow dibanding Kahaani, atau sesimple Don 2.
Sesuai dengan tagline yang dipilih, The Answer Lies Within. Memang setiap dialog harus diperhatikan dengan seksama, hubungi satu sama lainnya. Sedikit fakta yang mau saya utarakan di sini, ketika Malika, seorang prostitusi mengatakan, "today we might be Rosie, tomorrow might be Callini... that's us" dan juga beberapa fakta yang tidak sesuai dengan ekspektasi Suri, seperti tidak adanya Simran, atau dia pernah melihat Simran yang ternyata sudah meninggal 3 tahun yang lalu.
Nawazuddin yang berperan sebagai kaki tangannya Sashi seorang mucikari yang ternyata memiliki hubungan dengan kecelakaannya Arman sendiri. Ia mencoba membawa kita melihat fakta apa yang ia lihat, hingga kita memiliki ekspektasi sendiri. Twist besarnya adalah Rosie maupun Simran ternyata memang tidak pernah ada, ia memang meninggal 3 tahun yang lalu ketika kecelakaan di jalan.
Ya mungkin karena saya nonton Karthik Calling Karthik yang memiliki pondasi kuat di bagian medis, sehingga saya mengharapkan penjelasan yang sama terhadap apa yang terjadi dengan Suri. Karena Roshini pernah memberi penjelasan bahwa Suri lebih membutuhkan psikiater ketimbang dirinya. Sayangnya hal ini tidak dijelaskan oleh sang penulis, sehingga twistnya terasa datar, meski memang di luar dugaan. (as)

Senin, 04 Februari 2013

Flight - A true heart.

Film yang masih dikategorikan coming soon di website 21cineplex.com ini ternyata sudah ada dalam bentuk DVD bahkan untuk kualitas BluRay Disc. Film yang membawa judul Forest Gump sebagai bumper ini memiliki cerita yang lumayan bagus, tapi tidak bisa disadingkan dengan pendahulunya. Masih terlihat sangat jauh dari segi cerita.
Ceritanya mengenai Capt. Whip Whitaker, seorang pilot yang pemabuk. Memang terdengar agak aneh, tapi begitulah jika drunker diartikan ke bahasa Indonesia. Suatu hari, seperti rutinitasnya, menerbangkan pesawat SouthJet. Namun malangnya, pada penerbangan itu, mengalami kendala dalam hal operasi yang sebetulnya kesalahan maskapai karena tidak memerhatikan armadanya dengan sempurna.
Whip menjadi seorang pahlawan karena kecelakaan tersebut. Karena ia berhasil menyelamatkan 98 jiwa termasuk crew, hanya kehilangan 6 orang. Memang angka yang banyak, namun dinyatakan bahwa kalau pilot lain pasti akan mengorbankan seluruh onboard, artinya, tidak ada yang selamat.
Masalah yang dihadapi Whip hanya sebatas ia pemabuk, dan pengguna obat-obatan penenang dan terlarang. Tepat setelah kejadian tersebut, mulailah NTSB mencari-cari apa permasalahan kecelakaan tersebut. Sebuah Union berusaha untuk menyelamatkan Whip dari hukuman seumur hidup di penjara dengan menghapus data toxicology yang ia miliki.
Di rumah sakit ia bertemu dengan Nicole (Kelly Reilly), seorang addicted yang cantik dan berusaha untuk berubah. Karena kehilangan Ketrina, Whip pergi ke rumah Nicole, dimana saat itu Kip si pemilik apartment meminta duit kepada Nicole. Dan saat itu Whip membantu Nicole, sehingga mereka tinggal bersama di rumah tua milik ayah Whip, di sebuah perkebunan.
Sebenarnya film ini bukan tipikal film yang gampang diceritakan kembali. Hanya perlu intinya saja, karena selebihnya hanya gambaran kehidupan western yang tidak lepas dari minuman dan obat-obatan. Hingga akhirnya Nicole memilih meninggalkan Whip karena ia mengira Whip sedang tidak waras, dalam jangkauan obat-obatan, ia mengajak Nicole berjalan-jalan dengan pesawat mini yang mirip helikopter tersebut. Nicole takut akan keselamatannya terancam.
Whip yang bingung akhirnya pulang ke rumah istrinya, di mana ia kangen dengan anak lelakinya. Sayangnya ia tidak mendapatkan sambutan yang hangat, ia malah diusir. Hingga ia merasa kesepian dan datang ke Charlie untuk meminta bantuan. Akhirnya ia diamankan di hotel. Demi kelancaran hearing nantinya, Hugh Lang yang sudah bersusah payah menghilangkan track record Whip sebagai pemabuk dan pemakai akhirnya tidak berguna. Bukan karena gagal, melainkan Whip memilih untuk berkata jujur, tidak ada penjelasan yang jelas mengenai tindakan Whip. Tampak di hearing tersebut ia menitikkan air mata, dan menjadi jembatan di penjara, dimana ia menceritakan cerita tersebut. Hingga film ini diakhiri dengan datangnya Will Knuckles, anaknya ke penjara untuk mewawancarai dirinya.
Film berakhir. Masih menyisakan tanda tanya di benak penonton. (as)

Andaz Apna Apna (1994)

Siapa yang tidak kenal dengan dua pentolan pemain film Bollywood ini? Aamir Khan dan Salman Khan, dipertemukan di dalam sebuah film yang berjudul Andaz Apna Apna. Bersama Raveena Tandon dan juga Karishma Kapoor membuat film ini terlihat lebih manis.
Hidup di desa yang berdekatan, dengan takdir yang sama, Amar dan Prem memiliki mimpi yang sama, yaitu membuat hidupnya lebih baik dari yang sekarang. Amar (Aamir Khan) seorang anak lelaki dari pengusaha barber shop kecil-kecilan, hobinya bermimpi. Di awal film dapat dilihat ada Juhi Chawla, yang pada saat itu sedang tinggi pamornya, karena ia terpilih sebagai Miss India, saat itu, 1994.
Tidak lepas dari Darr, film ini masih membawa judul film karya Yash Chopra ini, mungkin sebagai pantolan, agar terlihat lebih pantas ditonton. Di belahan dunia satunya, Prem (Salman Khan) yang suka sekali berpose di depan kamera. Dia bukan artis, tapi sering nongkrong di sebuah studio yang pemiliknya sering membohongi dirinya. Prem adalah anak seorang penjahit kecil-kecilan. Bagaimana cerita Andaz Apna Apna yang memiliki rating 8.2/10 berdasarkan 10.766 orang tersebut bermulai?
Prem dan Amar bertujuan ke kota karena mendapat berita bahwa seorang gadis, anak dari seorang pengusaha kaya raya di London sedang ke India untuk mencari pendamping hidup. Memang dari awal sudah terlihat bahwa film ini bertemakan comedy. Amar dan Prem bertemu di bus, menuju ke kota. Mereka saling membohongi satu sama lain, sama-sama tidak ingin terlihat gembel, akhirnya saling membohongi. Mereka semakin akrab, hingga terbongkarlah tujuan masing-masing, yaitu menikahi Raveena. Sehingga kesalahpahaman kecil ini berujung kantor polisi. Terlihat Satish Shah sebagai guess star di film ini. Ia sebagai kepala polisi di sana, mulai mengintrograsi satu persatu, saling menghindar, hingga akhirnya sama-sama dibebaskan.
Akhirnya mereka berhasil sampai di kota, mulai dari tempat penginapan, yang ternyata mereka diberi satu kamar. Seperti yang saya bilang, ini film memiliki unsur komedi, sehingga bisa dibayangkan bagaimana. Ide pertamanya adalah berpura-pura datang ke kediaman Ram Gopal Bajaj sebagai orang kaya yang mencari seorang menantu, hingga datang sebagai korban.
Yang berhasil adalah Amar sebagai korban Raveena, ia menjadi lupa ingatan dengan tujuan diperbolehkan tinggal di rumah yang besar tersebut. Karena lupa ingatan, akhirnya Amar diberi nama Tilu yang artinya lupa ingatan. Karena tidak mau kalah, Prem akhirnya masuk ke rumah tersebut sebagai dokter Prem. Sehingga sedikit drama terjadi di sini.
Orang kaya, tak lepas dari bahaya. Setidaknya itulah yang bisa menggambarkan Teja, kembaran ayah Raveena yang memiliki niat jahat terhadap Ram Gopal sendiri. Ia ingin mengambil semua harta yang dimiliki saudara kembarnya itu. Berbagai upaya sudah dilakukan, mulai dari bom yang pakai waktu, hingga memasuki rumah tersebut sebagai Ram.
Amar dan Prem yang tidak mau terlihat bodoh di depan ayah Raveena, berencana menculik Ram, ya dengan ide konyol datang sebagai pahlawan. Sehingga direstuilah hubungan asmara dua laki dengan dua wanita ini. Sayangnya Teja juga berencana hal yang sama, demi memasuki rumah tersebut, mengambil kekayaan Ram.
Prem dan Amar sempat terlihat bingung karena ada dua Ram. Akhirnya mereka mencoba mencari siapa yang sebenarnya Ram, dan siapa yang palsu. Lalu ada lagi seorang penjahat konyol yang memiliki masalah dengan Teja. Sehingga terjadi kesalahpahaman, sekaligus penutup kisah ini. Akhirnya kedua bujangan tersebut diizinkan menikah dengan Karishma dan Raveena.