Kamis, 14 Februari 2013

Wreck it Ralph [2012]

Siapa yang tidak sempat nonton film Disney yang berjudul Wreck-It Ralph? Iya, film ini bersanding dengan Skyfall yang merupakan film ke 23 dari James Bond, dan film ketiga Daniel Craig sebagai mata-mata yang berdarah Inggris tersebut. Mungkin bagi mereka yang selektif, akan lebih memilih Skyfall dibanding sebuah film kartun yang bisa nanti ditonton.
Film Wreck-It Ralph ini membawa tema game arcade yang sekarang hampir jarang yang menggunakan sarana ini sebagai permainan, semua sudah bisa dimobilisasi. Dan yah, tidak hanya mengenang mesin yang canggih ditahunnya tersebut, Wreck-It Ralph mengandung pesan moral yang sangat tinggi dan memang rasanya cocok untuk diperlihatkan kepada anak-anak jaman sekarang, ya meski Disney tidak lepas dari sekelumit cerita cinta di salah satu tokoh, meski bukan menjadi cerita utama dari film ini.
Film ini bermula tentang keinginan Ralph untuk dipandang di dalam arcade maupun di dunia arcade tersebut. Seperti yang kita ketahui, dalam sebuah cerita pasti ada tokoh yang berperan menjadi hero dan ada yang berperan sebagai villain, yang membuat hero terlihat lebih bagus dan lebih dihargai. Disitulah Fix-It Felix Jr. dan Ralph bertemu. Kisah tidak bermulai ketika tepat seluruh tokoh di Fix-It Felix merayakan anniversary yang ke-30, dan itu tanpa sepengetahuan Ralph. Hal ini yang membuat dia merasa tidak dipandang, sehingga ia mencari medali untuk membuktikan kalau dia adalah seorang hero.
Karena itu dia mencoba masuk ke arcade lain untuk mendapatkan medali, ia berhasil dengan jalan yang ditempuh. Hanya saja karena keteledoran dia, mengakibatkan semua arcade gempar. Dan di sinilah cerita yang sebenarnya dimulai. Banyak yang terjadi perubahan, sehingga ditemukan "Turbo" yang dulu menghilang, dan sekarang menyamar menjadi seorang raja disebuah arcade.
Film ini sangat identik dengan film disney yang lainya, membuat penonton tidak bosan. Adanya segelintir kisah cinta membuatnya semakin enak ditonton. Dimulai dari pencarian Ralph oleh Felix hingga mempertemukan ia dengan seorang wanita dari arcade lain yang cantik, dan menyelusuri kota Sugar Rush. Sebuah arcade yang didesain untuk anak-anak yang bernuansa permen. Di sini pun terjadi karena Ralph tidak sengaja mengaktifkan pesawat kecil dari Hero's Duty yang membawanya ke arcade satu ini. Tidak segampang itu, adanya cy-bug yang ikut membuat masalah menjadi lebih panjang. Medali yang sudah didapat oleh Ralph tergantung di atas sebuah pohon yang berbahan dasar permen (candy cane) namun ia tidak mendapatkannya kembali, malah diambil oleh Vanellope, seorang penduduk Sugar Rush.
Vanellope ini ternyata sangat ingin ikut dalam lomba balap yang diadakan, namun ia tidak punya koin emas, sehingga ia menggunakan medali tersebut untuk mendapat kesempatan tersebut.
Pada saat itulah Ralph bertemu dengan King Candy, yang awalnya kita mengira adalah orang yang sangat egois, dan tertipu ketika ia membantu Ralph untuk mendapatkan medali miliknya dan menghentikan Vanellope untuk ikutan di dalam lomba balap mobil yang sementara itu hubungan Ralph dan Vanellope baru saja terbentuk dengan baik. Hal ini membuat Vanellope marah, lalu membuat Ralph pulang ke tempatnya, Fix-It Felix.
Ketika ia kembali ia tidak menemukan satu orangpun, sehingga ia merasa bahwa ia salah, ia tidak ingin tinggal sendiri di dalamnya. Hal ini yang membuat Ralph sadar, lalu ingin meminta maaf kepada Vanellope, sayangnya sudah terlambat. Vanellope ditahan oleh King Candy di funny dungeon. Ralph yang bertemu dengan Sour Candy (sebuah permen asam yang merupakan asisten raja) bertanya dimana Vanellope, dan akhirnya Sour Candy memberi tahu mengenai glitch yang dialami oleh Vanellope.
Sehingga Ralph ingin membuat Vanellope ikutan dalam balap tersebut, hanya harus sampai garis finish. Ternyata King Candy tersebut adalah Turbo yang dulu kabur dari arcade miliknya, ia telah nyaman menjadi King Candy, sehingga ia membuat hidup Vanellope yang merupakan Queen of Sugar Rush menjadi menderita.
Setelah ketahuan identitas aslinya, Turbo tidak tinggal diam, ia berencana membuat kekacauan di kota tersebut. Dan aksi heroic dari Vanellope beserta Ralph menjadi penentu di dalam film ini. Sehingga akhirnya semuanya berbahagia. Dan benar, tidak ada akhir yang tidak bahagia. (as)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar