Jumat, 26 April 2013

Cloud Atlas - Define Us.

Ada yang bilang ini film bagus, ada yang bilang ini seperti Omnibus movie lainnya. Untuk orang seperti saya yang ingin mencari cerita, ntah itu drama atau romance, merasa tertarik untuk mengikuti cerita di setiap ceritanya, hanya saja, tujuan dibikinnya Cloud Atlas bukan untuk itu, tapi mengirimkan pesan "Past Present Future, Everything is Connected."

Cerita pertama, "The Pacific Journal of Adam Ewing" (1849) Menceritakan tentang seorang pemuda Adam Ewing (Jim Sturgess) yang merupakan seorang pengacara yang sedang menjalankan bisnis untuk ayah mertuanya, namun saat itu ia melihat adanya kekerasan terhadap budak, dan tak berapa lama, ia jatuh pingsan. Dokter Henry Goose (Tom Hanks) mencoba untuk berbuat jahat, alih-alih memberi obat untuk kesembuhan Adam Ewing, ia malah mencoba meracuni sedikit demi sedikit. Berhasilnya Atua meyakinkan Adam Ewing untuk membiarkan ia ikut berlayar sebagai orang yang bebas (bukan budak) adalah hadiah tersendiri untuk Adam Ewing, karena kelakuan Goose akhirnya ketahuan oleh Atua, dan hal ini yang membuat Adam Ewing berani melawan ayah mertuanya.

Cerita kedua, "Letters from Zedelghem" (1936) Cerita yang membuat saya percaya bahwa Gay itu bukan penyakit masa kini, tapi itu memang sudah lama adanya. Tentang seorang composer yang berdarah Inggris, Robert Fisher (Ben Wishaw) yang merupakan biseks, dan juga sangat handal dalam membuat musik. Hingga ia bekerja kepada Vyvyan Arys (Jim Broadbent). Namun Vyvyan malah ingin merampas hasil kerja Robert, yang berjudul "The Cloud Atlas Sextet", karena membaca perjalanan Ewing, ia akhirnya menembak Vyvyan, lalu kabur ke hotel. Dan memutuskan untuk bunuh diri sebelum Rufus Sixsmith (James D'Arcy) bertemu dengan dia.


Oh well... I'm not gonna retell it, you can google it, or wikipedia has it. Begitu banyak karakter yang harus dikenal, sehingga membuat say pusing sendiri, dan yang membuat saya kagum adalah bagaimana seorang Tom Hanks bisa bermain 6 karakter di dalam satu film, begitu juga Halle Berry, dan beberapa artis lainnya mengambil bebrapa karakter. Kagum.



Lihat saja itu bagan diatas. Mungkin kalau melihat secara visual tidak 'ngeh' itu siapa dan kenapa bisa begitu. Bagi saya melihat keadaan ini, semakin membuat penilaian terhadap para pemainnya tinggi. Lihat saja Tom Hanks, beberapa kali berada di zona evil, tapi ada juga berada di zona Good.

Itulah alasan kenapa saya membuat kata 'Define Us', karena ada kemungkinan kita seperti Tom Hanks, menjadi orang baik, atau jadi orang jahat, karena kita tidak pernah tau akan jadi apa, atau telah jadi apa di masa lalu. Namun hidup ini memiliki satu tujuan untuk tetap dijalani.

Our lives are not our own. From womb to tomb, we are bound to others, past and present. Itulah kata-kata yang sangat saya ingat, dan membuat saya yakin akan kata-kata 'Define Us' karena menurut kepercayaan Cloud Atlas, kita semua saling berhubungan, satu sama lain, masa demi masa. Hanya saja kita tidak mengetahuinya, dan itu akan membawa ke sebuah ajaran atau ilmu lain mengenai hal ini. Banyak, dan masih merupakan topik yang menarik untuk ditelaah. Tapi, tetap bawa kepercayaan kalian, sebelum menyelam ke dalam rumitnya masalah reinkarnasi ini. (as)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar