Senin, 08 April 2013

Identity Thief - It is just another Comedy


Social Security Number. Bisa dianggap sebagai nomor KTP untuk warga yang tinggal di negeri paman Sam ini. Apa yang dapat dilakukan dengan SSN? Banyak! Layaknya hal Kartu Tanda Penduduk untuk Indonesia. Bisa untuk membuat kartu kredit, salah satunya.
Tim Produksi dari Universal ini sangat cakap dalam membuat trailer yang apik. Hanya dengan melihat trailernya, kita dapat menyimpulkan bahwa ini merupakan comedy movies that already outnumbered out there. It's not much, a lot! Selaras dengan That's My Boy, a Madison Production. That's what I called this movie.
Membawakan isu yang sangat menarik membuat Identity Thief menjadi pilihan tontonan masyarakat saat ini. Apa yang ada di dalam film yang diarahkan oleh Seth Gordon ini? Mari simak menurut sudut pandang saya.
Jason Bateman berhasil membuat karakter Sandy Patterson sebagai seorang ayah yang sangat sadar dengan keuangan. Hal ini merupakan hal yang unik. Karena, jarang sekali sebuah film membuat karakter yang mapan, tapi tidak glamour. Dimulai dengan mendapat telepon dari Anti-fraud of Credit Card, Sandy Patterson dengan polosnya memberi informasi yang dibutuhkan untuk membuat kartu kredit. Nama menjadi satu perhitungan sendiri. Terlebih lagi jika memiliki nama yang unisex. Bisa dipakai oleh semua gender. Itulah yang terjadi dengan kehidupan lelaki yang memiliki dua anak perempuan ini.
Pembawaan isu keuangan negara hanya menjadi pemanis yang hanya diucap selenting oleh Harold Cornish (Jon Fevreau) atasannya. Seorang akuntan yang memiliki gaji tidak sampai $50,000 pertahun ini tidak merasa janggal dengan penggunaan kartu kreditnya. Dengan saving $14.47 dalam satu bulan, dapat dilihat bahwa gajinya tidak cukup untuk memberikan kehidupan yang mewah kepada keluarga. Hal ini yang membuatnya menerima ajakan Daniel Casey (John Cho), temannya di dalam firma tersebut.
Hadirnya John Cho di dalam film ini membuat penonton lebih yakin dengan unsur komedinya. Siapa yang tidak kenal dengan Harold di dalam film Harold and Kumar? Bagi penikmat komedi, pasti mengenal dua orang ini.
Kasus terbuka ketika ia ditangkap polisi setempat. Alih-alih karena melakukan konversasi melalui telepon genggam, ternyata karena ia dilaporkan telah membuat kerusuhan di Florida, dimana ia sendiri tidak pernah keluar dari Denver. Hal ini yang membuatnya sadar, dimulai dari telepon dari sebuah salon di Florida, hingga atas pembelian alat-alat surfing. Hal ini yang membuatnya mengerti, hingga ingin mencari si pelaku demi pekerjaannya, karena Daniel tidak sepercaya itu terhadap vice-president nya yang memiliki reputasi buruk, sementara firma tersebut baru jalan sebentar. Tujuannya bulat, ingin membuat statement bahwa ia, Sandy Patterson tidak memiliki riwayat kriminal, dan juga tidak pernah memiliki tunggakan kartu kredit.
Petualangan dimulai dari sini. Murni mengusung tema komedi, membuat cerita ini memang menghibur. Dimulai dari bertemunya Sandy dengan Sandy Palsu (Melissa McCarthy), hingga melakukan perjalanan bersama dari Florida hingga ke Denver yang memiliki banyak rintangan yang menghadang mereka.
Dramanya muncul ketika Sandy sadar bahwa Diana-Sandy Palsu-, tidaklah penjahat, ia hanya seorang wanita yang memiliki keahlian membohongi orang serta tidak memiliki teman. Hal ini membuat Sandy memutuskan untuk tidak melaporkan Diana. Namun Diana yang memiliki hati nuranipun mulai menyerahkan diri. Ia sudah letih dengan kehidupan yang serba tidak pasti. Hal ini yang membuat saya bersikeras menganggap ini seperti film Madison, lucu, tapi dramatikal.(as)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar