Senin, 15 April 2013

Oblivion - Please Stay Focus

Kalau ada yang sudah baca review dari blognya @danieldokter, maka di sini saya akan membahas kenapa saya menggunakan kata-kata "Please Stay Focus" sejajar dengan judul post.

Membawa nama Tom Cruise cukup membuat film yang bertajuk fantasi ini menjadi pilihan tontonan untuk masyarakat Indonesia. Tak perlu dijelaskan kenapa harus ditonton, dengan stereotype 'siapa pemainnya' selalu sukses untuk film yang dibesut oleh negara paman Sam ini. Tak hanya itu, adanya Morgan Freeman membuat Oblivion ini lebih menjual, tidak diragukan dengan artis-artis papan atas tersebut.

Kisah yang bermulai dengan Jack Harper, seorang teknisi untuk negeri Titan, yang diarahkan secara langsung oleh seorang pemandu dari tower yang bernama Victoria. Rutinitas yang dijalani mereka hampir sama setiap harinya. Jack turun ke Bumi, memperbaiki robot yang rusak, sementara Vica memandu dari tower, sekaligus menjaga Jack, sekalinya ada pemakan bangkai yang memburu Jack.

Lama, itulah durasi yang dipakai oleh Kosinki untuk menjelaskan rutinitas sepasang tim efektif ini. Sehingga wajar jika ada penonton yang merasa bosan, karena memang alurnya bergerak dengan lambat, dan tidak memiliki suspense yang membuat penonton penasaran.

Ternyata Jack dan Vica sendiri telah dihapus ingatannya paska menangnya mereka-manusia-dalam berperang dengan alien dari planet lain. Ingatan Jack kerap datang ketika ia berusaha untuk relax, baik di tengah hari, maupun malam hari. Hingga suatu ketika ia bertemu secara langsung dengan orang yang ada di dalam bayangan yang ia lihat, dan percaya sebagai masa lalunya.

Dialah Julia, seorang manusia yang diselamatkan oleh Jack ketika hendak dibunuh oleh robot. Di sini kita bisa mencoba menerka, siapa yang baik dan jahat. Sayang Jack yang ingatannya dihapus masih tidak percaya, hingga ia dan Julia disekap oleh sekawanan pemakan bangkai, yang ternyata adalah sekumpulan manusia yang ingin mendapatkan kehidupan yang damai tanpa rasa takut akan adanya robot yang akan membunuh manusia, tidak mengenal siapapun, kecuali Jack Harper.

Ternyata Julia merupakan kunci dari film ini, penerang jalannya Jack, yang tidak lain adalah istri Jack Harper. Sedikit demi sedikit membuat ingatan Jack mulai pulih, sehingga ia berniat untuk membantu Malcolm (Morgan Freeman) untuk membasmi para robot tersebut.

Harus fokus. Karena akan ada saatnya penonton akan berpikir bahwa ini sejenis film Inception, dimana ketika penonton melihat Jack melihat dirinya, Jack sedang memperbaiki robot yang kebetulan bernomor 166. Di situ mungkin penonton akan mulai berpikir, apa yang terjadi, apakah hanya mimpi Jack, atau ada program yang menggantikan orang yang telah dianggap kabur atau menghianati.

Tech-49. Itu merupakan salah satu unsur penting di dalam film ini. Ketika tidak fokus, akan merasa buta dengan percakapan Malcolm dan Jack. Dimana telah berkali-kali Malcolm berusaha untuk menangkap Jack, lalu menceritakan semuanya.

Terlepas dari hebatnya khayalan Kosinki, Oblivion memang sebuah film fantasi yang benar-benar menjadi tolak ukur penonton sendiri, apakah penikmat film yang bertajuk fantasi, atau hanya pencari cerita yang banyak disuguhkan di drama. (as)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar