Jumat, 31 Mei 2013

Yeh Jawaani Hai Deewani - Its beating fast!

Yeh Jawaani Hai Deewani, yang bisa diartikan dengan Masa Muda yang Gila, sejenisnya. 31 Mei 2013 menjadi tanggal yang spesial untuk film besutan Ayan Mukerji yang bernaung dibawah Eros Entertainment dan Dharma Movies, sebuah Production House yang kita tau telah berhasil menciptakan film-film box office.
Dengan pentolan Ranbir Kapoor, pemenang best actor di Filmfare 2012 beserta Deepika Padukone, yang ditahun ini ada 3 filmnya yang akan rilis, dan ini adalah film kedua untuk tahun 2013. Diawali dengan Race 2 bersama Saif-Ali Khan dan John Abraham, lalu berganti Yeh Jawaani Hai Deewani bersama Ranbir Kapoor, lalu akan menghibur penonton nanti, 8 Agustus 2013 bersama Shah Rukh Khan, setelah 6 tahun yang lalu, Om Shanti Om.
Ada hal yang menjadi daya tarik untuk menonton ini. Bahkan saya yang menonton di pertunjukan terakhir mendapat baris H, dimana itu jarang terjadi untuk film Hindi, ataupun Indonesia. Tidak hanya itu, para penonton sudah bersiap sedia di depan pintu auditorium 11 pada saat itu, tidak sabar. Dan iya, ternyata auditorium itu penuh, dari atas hingga ke paling bawah.

Skip that sweet-talks. Now we proceed to the review. Ya, seperti yang telah dibeberkan di trailernya dari dua bulan yang lalu. Ini mengenai perjalanan yang ditempuh oleh para sahabat, dan terbelit dengan kisah cinta, hingga pendewasaan diri. Tapi, ternyata yang menjadi inti dari cerita ini bukan petualangan tersebut, melainkan pilihan.
Kabir Thapar (Ranbir Kapoor) atau yang biasa dipanggil Bunny oleh dua orang sahabatnya, Avi dan Aditi ini adalah seorang petualang yang ingin terus bertualang. Perjalanan ke Manali tersebut menjadi perjalanan perpisahan mereka.
Naina Talwar (Deepika Padukone) menjalani perjalanan ke Manali ini untuk pertama kalinya, dan di perjalanan inilah ia menemukan sebuah hal yang berharga, yaitu cinta dan persahabatan yang terjalin.
Avi (Aditya Roy Kapoor) merupakan pecandu minuman yang suka taruhan kriket. Dan juga merupakan incaran dari Aditi (Kalki K) sahabatnya sendiri.
Apa yang terjadi di Manali diluar dugaan penonton. Di sinilah kegilaan itu terjadi, berlarian, menghindar, saling usil satu sama lain, saling cemburu, hingga saling jatuh hati satu sama lain. "We're never get old and wise if we're never young and crazy." Begitulah bunyi tagline yang acap kali terlihat di dalam trailernya. Dan itu semua terjelaskan di dalam film yang berdurasi 165 menit ini.
Perjalanan perpisahan. Karena Bunny diterima beasiswa di Chicago jurusan jurnalistik, sesuai impiannya, ingin melihat dunia dari segala sudut. Dan saat itu juga menjadi perpisahan untuk Naina, yang tak bisa melarang Bunny, yang baru ia kenal beberapa hari. Itu yang membuatnya menjadi kenangan, sekali saja.
Ada yang unik dari pasangan Ranbir dan Deepika ini. Selentingan terlihat awkward, tapi mereka berdua berhasil membuat karakter Naina dan Bunny hidup, dan tetap menjadi perhatian.
Konflik yang disuguhkan tidak sekedar konflik yang biasa. Bahkan Naina dan Bunny dan yang lain memiliki porsi yang sama. Sebagaimana pentingnya pernikahan Aditi, dan sebagaimana pentingnya impian Bunny, hingga seberapa pentingnya persahabatan mereka.
Setelah 8 tahun, mereka dipertemukan kembali dalam acara pernikahan Aditi. Ya, sebagaimana yang sudah dibeberkan di film-film bollywood yang lain. Pernikahan India itu tidak segampang yang kita bayangkan, banyak persiapan, di mulai dari lokasi, hingga tarian. Hal ini yang membuat mereka berempat bertemu lagi. Aditi yang dulunya tomboy sudah menjadi wanita, dan sangat dekat dengan Naina.
Yang terjadi dalam 5 hari tersebut merubah hidup mereka semua. Bunny, yang sangat ambisius dengan impiannya, memilih berhenti, dan mulai menghargai waktu. Aditi yang sembarangan menjadi wanita anggun, serta Avi yang suka taruhan dan judi jadi lebih dewasa dan memikirkan bisnisnya. Semuanya berubah.
Adanya Madhuri Dixit di bagian awal menjadi daya tarik sendiri, melihat artis bollywood satu ini yang sudah lama vakum, kini menemani penonton.
Madhuri Dixit di Yeh Jawaani Hai Deewani
Ada hal yang terpikirkan. Tracking. Ini bukan senasionalis 5cm. dan bukan juga seromantis Dilwale Dulhania Le Jayenge. Tapi iya, beberapa detik terpikir bahwa ini ada kemiripan dengan 5cm. Tapi tidak, tidak sama sekali, kehebohan yang terjadi di sini tidak ada di 5cm. dan begitu juga yang ada di 5cm. tidak ada di sini.
Masalah yang dihadapi Bunny terkesan sederhana. Antara memilih mimpinya, atau impiannya. Karena Naina tidak bisa mengikuti Bunny, namun Bunny tidak mau kehilangan Naina.
Jika kalian menontonnya, pasti akan terasa natural dengan pasangan ini, terasa sedang bermain bersama, dan juga terharu dengan keadaan mereka berdua yang sangat-sangat berbeda. Namun bukan cinta namanya jika tidak bisa merubah seseorang. Dan waktu tetap berperan penting di dalamnya. Tidak hanya Jab Tak Hai Jaan yang butuh 10 tahun untuk Meera dan Samar bersatu, Naina dan Bunny butuh 8 tahun untuk bersatu.
Iya, film ini merupakan film yang memiliki berbagai rasa. Berbagai emosi tercurah di dalamnya. Pastikan untuk menonton ini selagi sempat.(as)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar