Jumat, 12 Juli 2013

Raanjhanaa - A True Love


It's summer time. Begitulah yang kerap kali terdengar ketika film-film kelas atas mulai bermunculan. Di mulai dari Man of Steel, yang merupakan film yang diproduseri oleh sutradara trilogy Batman, Christopher Nolan. Dan disusul dengan serentetan film-film lainnya, dari action, hingga comedy dan berunsur cartoon cinema. Dan hal ini juga berlaku untuk dunia perfilman di India sana. Berbeda dengan Indonesia yang lebih memilih untuk menahan rilis filmnya karena takut tidak kebagian penonton. India dengan bangganya merilis film-film yang mereka yakinkan akan menjadi box-office, baik secara nasional maupun di luar.
Sudah tidak menjadi misteri lagi akan istilah inter-marriage. Ya, istilah yang menggambarkan pernikahan antara Hindu-Muslim yang sering terjadi di sana. Dan tentunya banyak kisah cinta terlarang yang terjadi. Tidak hanya di sana, tapi di seluruh belahan dunia. Terlarang akan perbedaan, baik dari agama, maupun dari suku.
Mengangkat unsur perbedaan, tidak hanya dari segi agama, tapi juga pendidikan, Raanjhanaa datang ke layar lebar untuk menghibur semuanya di musim panas, well, di musim liburan, dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Berlatar belakang di Benaras (Venarase) yang merupakan penghasil daun sirih terbesar di sana. Perbedaan antara Kundan (Dhanush) yang merupakan orang tamil, dan tentunya Hindu, membuat ia harus berjuang lebih keras untuk bisa bersatu dengan Zoya (Sonam Kapoor) yang merupakan seorang muslim. Hal ini bermula ketika Kundan kecil bertamu ke rumah Zoya, dan ia merasa bahwa doanya selama ini telah terkabul. Bahkan, pada saat itu Zoya yang sedang sholat.
Rasa itu dia pelihara hingga remaja. Ia beranikan diri untuk bertanya akan nama si gadis pujaannya tersebut. Tapi ia hanya dapat tamparan, namun ia tidak pernah berputus asa, hingga tamparan ke 15. Setelah itu ia mengetahui nama gadis tersebut. Dan mulai mengejarnya secara konsisten. Hingga ia beranikan diri menyatakan cinta, namun Zoya mengelak, hingga Kundan mengiris pergelangan tangannya di dalam sebuah angkutan umum, bukan rickshaw. Dan Zoya akhirnya mengatakan kalau ia juga cinta kepada Kundan. Padahal waktu ia sempat dibohongi oleh Kundan yang mengaku sebagai Rizwan. Karena itu Zoya akhirnya dipindahkan, disuruh tinggal bersama saudara mereka yang ada di luar kota.

Enam tahun kemudian, Zoya kembali, dan Kundan masih saja tetap menyimpan rasa itu. Murari, sahabatnya selalu membantu. Dari menghalangi orang tua Zoya menjemput, hingga hal lainnya. Namun takdir berkata lain, Zoya tidak mengenali Kundan sama sekali. Ia dan Rashmi, teman kuliahnya pergi melewati Kundan tanpa lirikan sedikitpun.
Namanya juga cinta, tidak pernah berhenti untuk menemui Zoya, mengingatkan Zoya akan masa kecil dulu, hingga Zoya akhirnya ingat, dan mereka mulai dekat. Sayang, sekali lagi sayang, Zoya akan dinikahkan oleh ayahnya, tanpa sepengetahuan Zoya, maupun Kundan. Hal ini membuat Zoya memberontak, dan akhirnya memanfaatkan Kundan untuk menyelamatkan hidupnya. Bermodalkan cinta, Kundan lagi dan lagi membantu Zoya. Ia memaksa Bindiya, teman kecilnya untuk membantu rencana mereka. Dan, rencananya berhasil.
Tidak secepat itu. Ternyata Kundan terlibat kedalam cerita cinta Zoya dengan Jasjeet (Abhay Deol), seorang aktivis yang ditemuinya di kampus, Delhi. Kundan hancur berkeping-keping, tapi ia tetap membantu Zoya supaya dapat menikah dengan Jasjeet, yang waktu itu Zoya kenalin sebagai Akram. Tiada hentinya Kundan bertemu ayah Zoya, mengatakan betapa lebih berharganya Akram dibanding dirinya yang merupakan seorang Hindu. Hingga akhirnya pernikahan Zoya dan Akram di depan mata.
Bindiya, ia memiliki tujuan tersendiri membantu Kundan selama ini, ia ingin menikah dengan Kundan. Dan dengan hal itu, Kundan akhirnya menyetujuinya. Karena sudah tidak ada harapan lagi dengan Zoya.

Hari pernikahan Kundan dan Bindiya bertepatan dengan hari pernikahan Jasjeet dan Zoya. Sebelum ikrar terucap, Kundan menemukan fakta bahwa Jasjeet bukanlah seorang muslim. Sesaat sebelum murkanya, ia menangis. Menangis menggunakan pakaian penikahan (lupa namanya). Ia langsung lari ke rumah Zoya, lalu menemui Jasjeet dan langsung meminta Jasjeet mengucapkan kalimat 2 sahadat. Seketika heboh, Kundan dikira mengacaukan pernikahan.
Naas tidak terelakkan. Ternyata keluarga Zoya tau kalau Akram itu hanya identitas palsu. Dan habislah ia. Zoya menderita, menyiksa dirinya dengan mengiris pergelangan tangan. Kundan tidak jadi menikah karena sibuk mencari Jasjeet yang dihajar oleh keluarga besar Zoya. Hingga akhirnya ia benar-benar diusir oleh ayahnya yang merupakan seorang pendeta.
Pada saat seperti inilah benar-benar terlihat betapa tulusnya cinta ia terhadap Zoya. Jasjeet meninggal karena kompleksitas akibat siksaan tersebut. Kundan tidak dapat pulang ke Benaras. Sedih. Hingga Kundan dapat berdiri lagi, menjadi insan manusia yang mandiri. Namun tak terlepas dari bayang Jasjeet. Hingga ia memilih untuk tidak berjuang untuk hidupnya lagi. Karena ia tau, seberapapun usaha dia, Zoya tidak akan pernah mencintai dia. (as)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar