Rabu, 21 Agustus 2013

Chennai Express - Common Man Expressing Love

Siapa yang tidak mengenal artis yang sudah terkenal secara internasional satu ini? Shah Rukh Khan. Naam suna hogaya? Pastinya semua orang, terutama yang bermukim di Indonesia, pasti pernah menonton dua film hits yang dibintangi oleh Shah Rukh Khan dan Kajol yang diarahkan oleh Karan Johar, Kuch Kuch Hota Hai, dan Kabhi Khushi Kabhie Gham.
Kreativitas tidak mengenal umur, di umurnya yang beranjak ke 48, Shah Rukh Khan terus berperan aktif di dunia perfilman Bollywood. Setelah tahun lalu ia merilis filmnya yang diproduseri oleh salah satu rumah produksi terbesar di India, Yash Raj, kali ini ia mencoba menggaet Rohit Shetty untuk membuat film yang memang ditujukan untuk bisnis.
Tahun lalu Red Chillies berkolaborasi dengan Dharma Productions dalam membuat Student of the Year, kali ini Red Chillies mencoba untuk menjadi rumah produksi yang utama didampingi oleh UTV dan Ronnie Screwvala.
Mungkin banyak yang tidak mengenal Deepika Padukone. Iya, dia pernah menjadi lawan main Shah Rukh Khan di film Farah Khan Om Shanti Om. Namun mungkin pada saat itu nama Deepika belum melejit seperti sekarang. Setelah mendapat nama dari film Housefull, Deepika melebarkan sayapnya ke level yang lebih tinggi, bahkan Katrina Kaif sampai kebakaran jenggot karena banyak endorsement yang melirik Deepika.
Sedangkan Rohit Shetty sendiri sukses membuat film komedi yang sampai 3 sekuel, Golmaal. Kebanyakan filmnya memiliki Ajay Devgn sebagai pemain utama. Rohit Shetty mampu membuat film yang bertema action dengan bagus. Dan makin ke sini, makin bagus dari segi pengambilan kamera dan lokasi. Lokasi? Mungkin itu idenya Shah Rukh, karena Shah Rukh yang mampu memikirkan hal-hal yang seperti itu.

Chennai Express mengambil latar di daerah Tamil Nadu (South of India) dimana Chennai Express sendiri adalah nama kereta api yang beroperasi dari Mumbai hingga Chennai. Mungkin begitu banyak film Bollywood yang mengambil latar di kereta api, dimulai dari Dilwale Dulhania Le Jayenge hingga Yeh Jawaani Hai Deewani.
Rahul (SRK) adalah seorang pria baya yang mendapatkan tugas dari sang nenek untuk membenamkan abu sang kakek ke Rameshwaram, daerah selatan India. Namun karena desakan teman dekatnya, ia merubah rute perjalanan dari Rameshwaram ke Goa. Namun takdir membuat ia tidak bisa sama sekali menjalankan rencananya untuk ke Goa.
Karena tidak sengaja ketinggalan abu sang kakek, Rahul harus kembali ke kereta, dan di sana ia bertemu dengan Meena, seorang wanita yang tergesa-gesa menyusul kereta. Rahul membantu Meena (Deepika Padukone), dan dari sini semuanya berubah.
Ada banyak scene yang sengaja dibuat untuk menambah durasi, terutama ceritanya sendiri lemah, bahkan diimingi dengan cerita Veer-Zaara yang mengundang emosi penonton. But show must go on.
Meena adalah anak orang terpandang di Komban. Ia mencoba melarikan diri karena tidak ingin dinikahkan, sayangnya Rahul yang begitu baik membantu empat orang suruhan ayah Meena. Berawal dari kebohongan membuat perjalanan Rahul dan Meena menjadi lebih indah.
Pada saat hari pernikahan Meena dengan Tangaballi, Rahul kembali ke Komban setelah tertangkap oleh polisi Sri Lanka. Kali ini Rahul membantu Meena untuk tidak menikah dengan Tangaballi. Dan perjalanan mereka membuat Meena sadar bahwa orang biasa dapat menjadi luar biasa. Balutan musik dari duo Vishal dan Shekar terdengar sangat fresh dan peletakan musiknya juga bagus.
Adanya Farah Khan membuat film Rohit Shetty terlihat lebih manis dibanding film-film dia yang lainnya. Nuansa romansa tercipta di dalam musik 'Titli' sangat jauh berbeda dari romansa Rohit Shetty lainnya.
Memang lemah di dalam cerita, namun Chennai Express merupakah tipikal film Rohit Shetty yang mengundang tawa.
Sebelum interval disuguhkan berbagai macam lelucon baik dari kata hingga scene. Setelah interval masuk ke dalam drama romansa Rahul-Meena serta action ala Rohit Shetty. Memang untuk ukuran Shah Rukh Khan, film seperti ini bukanlah film yang diharapkan. Namun Red Chillies mendapat keuntungan yang besar. Pada minggu pertama tayangan, mengalahkan Ek Tha Tiger yang tahun lalu merupakan highest grossing movie.
Reported A tiger was killed on the railway, salah satu lelucon yang menyatakan bahwa Chennai Express lebih menarik dibanding Ek Tha Tiger.
It's a good time to released. No matter good or not, the movie still have audiences, and of course, SRK's fans never miss this chance, once a year.(as)

Get M4rried - More to Hilarious

Film yang merupakan arahan Hanung Bramantyo di dua seri awalnya ini memang sudah mulai memiliki nama di masyarakat. Kisah yang berawal dari Maemunah (Nirina Zubir) yang tidak ingin menikah akhirnya luluh terhadap Rendy (Richard Kevin). Dulu memang Richard Kevin memiliki peran di dalam film Get Married, namun di kelanjutan sequelnya, Richard Kevin diganti oleh Nino Fernandes.
Apa yang diharapkan di dalam film yang bertajuk komedi ini? Iya, tidak lain adalah kecakapan film ini untuk menghibur semua penonton. Kisah Mae dan Rendy tidak lagi menjadi perhatian di sequel yang keempat ini. Mae yang sudah cakap akan mengurus rumah serta ketiga anak kembar mereka, dan juga ketiga sahabat Mae yang berubah profesi dari sequel sebelumnya.
Get M4rried menjumpai penonton tepat sebelum hari Raya Idul Fitri 2013 (Waktu Masehi). Untuk sequel yang keempat ini, Monty Tiwa berusaha untuk memperbaiki kesalahannya di Get Married 3 yang benar-benar tidak memiliki esensi "get married".
Sinopsisnya, adalah seperti berikut:
Di saat merayakan ulang tahun anak-anak Mae dan Rendy dengan Eman (Aming) sebagai Event Organizer, debut pertama party organizernya yang selalu berhasil memeras Mae dan Rendy untuk berbagai biaya tambahan mereka mendapat kabar mengagetkan. Sophie (Tatjana Saphira) mengumumkan kalau ia dan Kim Bum Park (Math Wang Kie), cowok Korea tidak bisa bahasa Indonesia yang baru ia kenal 3 minggu di saat ia liburan ke Korea, akan menikah. Mama Rendy (Ira Wibowo) yang dulu menikah pertama kali saat berusia 18 dengan pangeran dari Malaysia menyambut berita ini dengan gembira ria. Apalagi Kim ini anak dari pemilik perusahaan elektronik ngetop di Korea. Sementara Babe (Jaja Mihardja) dan Bu Mardi (Meriam Bellina) langsung menuduh Sophie pasti sudah hamil duluan. Benny (Ringgo Agus Rahman) yang sekarang sedang meniti karir untuk menjadi seorang Ustad, karena Ustad jaman sekarang banyak duitnya, malah mendukung pernikahan Sophie, dan siap menikahkan kalau Sophie mau menikah siri.
Mae pun mengatur strategi. Karena selama ini Sophie selalu juteg ke Mae, Mae akan mencoba pendekatan dan menjadi sahabat Sophie supaya secara perlahan tapi pasti, Mae bisa mempengaruhi jalan pikiran Sophie. Sementara Guntoro (Deddy Mahendra Desta), Benny dan Eman bertugas untuk mengalihkan perhatian Sophie ke cowok lain. Karena Mae yakin, yang namanya cinta monyet itu gampang hilangnya. Jadilah Guntoro, Benny dan Eman berusaha mencari cowok-cowok seantero ibukota yang bisa merebut hati Sophie dari si ganteng dan sempurna, Kim.
Tapi ternyata, senjata makan tuan. Saat pendekatan ke Sophie dan teman-temannya yang ABG tapi justru sudah sukses, memiliki karir, bahkan sudah keliling dunia, Mae jadi merasa ia sudah membuang-buang masa mudanya, dan dirinya belum melakukan apa-apa. Mae pun jadi lebih nyambung bergaul dengan geng Sophie daripada ke Rendy ataupun sahabat-sahabatnya sendiri. Rendy juga menjadi seperti cacing kepanasan karena curiga salah satu anak ABG ada yang naksir dengan Mae.
Sementara itu Guntoro, Benny dan Eman berhasil mendapatkan cowok baru buat Sophie, namanya Jali (Ricky Harun) anak betawi yang mereka latih supaya bisa menjadi cowok ideal buat Sophie
Tidak ada kisah yang tidak memiliki masalah, tidak ada mimpi yang selalu yang diharapkan. Terkadang apa yang kita lihat belum tentu yang ditakdirkan untuk kita. Begitulah keadaan Sophie, yang di akhir cerita diputuskan bahwa Sophie dan Jali dalam status kawin gantung. Sehingga dipastikan akan ada sequel selanjutnya yang membawa Ricky Harun ke belantara Get Married, dan untuk kualitas filmnya sendiri sudah sangat bagus, dan cocok untuk dinonton bersama keluarga.