Jumat, 15 November 2013

Goliyon Ki Rasleela Ram Leela - More than Romeo Juliet


Cinta selalu saja terlibat dengan perbedaan, mulai dari perbedaan sifat, sikap, hingga juga perbedaan kepercayaan. Ada juga seperti Romeo dan Juliet, Montague dan Capulet, dua clan ini pasti sangat terkenal, dan juga dikenal oleh semua yang belajar literatur Inggris. Siapa yang tidak kenal dengan karya William Shakespeare satu ini? Iya, pasti semuanya mengetahui kisah cinta yang terhalang oleh kebencian ini. Sanjay Leela Bhansali yang terkenal akan film-film yang menyentuh dan klasik terinspirasi akan kisah cinta yang dihalangi oleh kebencian satu sama lain itu.
Sanjay Leela Bhansali, terkenal dengan film Devdas (Shah Rukh Khan, Aishwarya Rai, Madhuri Dixit) yang pada tahun itu merupakan film termahal di industri Bollywod, dan juga Guzaarish, film yang dibintangi oleh Hrithik Roshan ini menobatkan ia sebagai sutradara terbaik di ajang Filmfare pada tahun 2011. Tidak heran jika orang mulai melihat karya-karya Sanjay Leela Bhansali yang kaya akan artistik dan klasik.
Lupakan Montague dan Capulet, Sanjay memperkenalkan Sanera dan Rajadi. Dua klan yang sama sekali tidak akrab dari 500 tahun lamanya. Meskipun saling bermusuhan, tapi dua klan ini bisa hidup berdampingan di dalam satu kota. Asap akan ada jika ada api, begitulah yang kerap terjadi di sana. Berlatar belakang kota yang bebas jual-beli senajata api ini kisah dua hati yang terhalang akan kebencian hadir.
Ram (Ranveer Singh) adalah putra dari kepala Rajidi, dan sangat tidak suka akan perperangan, apalagi perang besar yang bisa saja terjadi tanpa rencana. Ia lebih memilih berdamai, dan mengalah, dibanding memberi peluang untuk terjadinya pertumpahan darah.
Layaknya Romeo Montague, Ram juga iseng datang ke pesta yang diadakan Sanera. Perayaan Holi tersebut menjadi momen kali pertama Ram dan Leela (Deepika Padukone) bertemu. Pertemuan yang bisa dikatakan tidak biasa, mereka berdua sama-sama menodong pistol satu sama lain. Dan dari situlah kisah yang tak terelakkan ini terjadi.

Leela yang saat itu akan dijodohkan dengan seorang Arkeolog tamatan London-pun lebih memilih bercinta dengan Ram, seorang Rajidi, musuh abadi Sanera. Raseela, kakak-ipar Leela mengetahui apa yang terjadi, ia memilih diam, karena akan memperkeruh suasana yang ada jika info ini diketahui oleh Rajidi maupun Sanera. Hingga kejadian yang tak terelakkan terjadi, dimana suami Raseela tidak sengaja menembak mati abang dari Ram, dan panik, Ram-pun membunuhnya.
Tak terelakkan, Rajidi dan Sanera semakin keruh. Leela marah besar, namun Raseela menyuruhnya untuk memilih cinta dibanding kebencian. Hingga akhirnya Leela memilih kabur bersama Ram. Namun pelarian mereka tidaklah lama, selang beberapa hari, mereka tertangkap, dan dibawa pulang ke rumah masing-masing setelah menikah.
Ram marah besar, hatinya sakit, tapi ia tidak bisa untuk mengalah. Hingga akhirnya ia bersedia menjadi Don, menggantikan ayahnya, sembari memulai taktik untuk merebut Leela dari Sanera.
Setelah itu, terjadi interval, atau pengalihan tujuan, jika setengah bagian pertama fokus untuk menceritakan cerita cinta antara Ram dan Leela, di bagian kedua ini lebih fokus dalam taktik, dan juga politik. Adanya Bhavani (Gulshan Devaiah) sebagai semi antagonis yang haus akan kekuasaan mengikuti rencana Baa (Supriya Pathak) yang ingin membunuh Ram ketika berada di rumahnya, seolah terkesan Rajidi telah mencoba membunuh Baa, seorang Sanera.
Jatuhnya Baa mengharuskan Leela yang mengurus semua urusan pekerjaan, mulai dari ekspor-impor, dan juga bisnis lainnya. Bertemu dengan Ram tak terelakkan. Meskipun ada guyonan yang mengganggu, tapi masih manis untuk mengikuti ceritanya.
Hadirnya Kesar, janda dari abangnya Ram juga mempengaruhi keputusan Baa akan Sanera dan Rajidi. Sanera yang ternyata sudah bergerak lebih dahulu mulai menghabisi Rajidi, hingga Leela mengetahui hal ini. Antara sedih, atau lega, lega karena ia tidak perlu cemas akan nasib suaminya, atau sedih, karena kehilangan orang yang paling ia cintai.
Goli, anak dari Kesar berhasil merubah Baa yang kasar menjadi lembut, terlebih lagi menyentuh sisi keibuan dari seorang Ibu. Bhavani yang mengetahui inipun berontak, ia ingin Goli segera dimusnahkan. Alih-alih didengar, malah ia yang mendapatkan kado 'tembakan' dari Baa.

Ternyata cerita tidak harus memiliki akhir yang bahagia. Seketika itu Baa ingin memanggil Ram, agar disatukan dengan Leela, Raseela yang begitu lambat bergerak mengakibatkan kedua tokoh utama ini mengakhiri perselisihan antara Rajidi dan Sanera dengan kematian mereka. Iya, tidak jauh berbeda dengan akhir cerita Ishaqzaade, mengakhiri sesuatu untuk memulai yang baru.
Sanjay memilih untuk menjadi music director sekaligus di dalam film ini, dan ya, pilihannya tepat, karena dengan balutan musik dan scoring yang ia tentukan, cerita Ram dan Leela lebih dramatis, dan juga dapat menyayat hati penonton. Mungkin tidak dapat melawan Ranjhanaa dalam genre 'Romance' terbaik untuk 2013, tapi RamLeela adalah sebuah masterpiece yang tidak boleh terlupakan oleh penonton.
Memang, tema yang diangkat kali ini sudah biasa diangkat ke layar lebar. Tapi, RamLeela bisa jadi pilihan yang baik untuk kalian yang ingin menghabiskan waktu dengan pasangan kalian. Tidak ada salahnya belajar dari film ini, meskipun itu sudah banyak, tapi warna yang diciptakan hampir seperti Romeo dan Juliet ini membuat mata segar, ditambah dengan item songs yang tidak kalah menarik.
So, hatred will demolish everything, but love will let flower to grow, even in dessert. Hatred shouldn't be replied with hatred, it will make another events, another loss, but love is another way to end it. (as)

Sabtu, 02 November 2013

Hum Saath-Saath Hain (1999)

Balik ke zaman sebelum milenia ketiga. Jika Kabhi Khushi Kabhie Gham dapat menarik perhatian para penikmat Bollywood, Hum Saath-Saath Hain seharusnya bisa menarik perhatian juga. Film yang dibesut oleh Sooraj R. Barjatya ini membawa tema keluarga ke dalam layar lebar. Bergelimang artis. Itulah ketika melihat poster film ini.
Tidak heran juga, adanya Salman Khan menjadi daya tarik tersendiri untuk menonton film ini. Tidak hanya itu, adanya Saif Ali Khan, Karisma Kapoor, Neelam dan Tabu juga menambah eksklusivitas film ini. Cerita yang diangkat di dalam film ini, selain menonjolkan esensi trimurti, juga memberi pelajaran untuk tidak menjadi manusia yang tamak.
Di ulang tahun pernikahan yang ke 25, Ram Kishen dan Mumtaa dihadiahi dengan pernikahan Vivek (Monish Bahl), putra pertama mereka dengan Sadhna (Tabu). Tabu dapat menerima Vivek yang tangan kanannya tidak bisa digerakkan. Dan juga kepulangan Prem (Salman Khan) dari Inggris. Prem adalah anak yang dibanggakan, karena kemampuannya yang luar biasa, dapat sekolah tinggi, dan juga pintar tentunya. Adik mereka, Sangeeta (Neelam) telah menikah dengan Anand, dan memiliki seorang putri. Lalu anak terakhir yang menjadi tumpuan keluarga di dalam masa pertumbuhannya, Vinod (Saif Ali Khan).
Sudah menjadi hal yang lumrah untuk keluarga di India sana untuk tetap bersama, meskipun anak-anaknya sudah besar, dan sudah menikah.
Konflik yang ada hanya sebuah ketakutan berlebihan yang dialami oleh Mumtaa, sang Ibu, ketika Ram Kishen memilih Vivek untuk menduduki jabatan 'managing director' di dalam perusahaan mereka. Kegalauan yang melanda itu didasarkan oleh desakan ketiga temannya yang tidak memiliki keluarga, dan juga masih suka bermain judi.
Masalah muncul setelah intermission. Di awal film, terkesan seperti drama yang penuh akan cinta. Selain Vivek, Prem juga menemui jodohnya, Preeti (Sonali Bendre). Dan sesuai janji Ram Kishen, di hari ia melihat ketiga menantu wanitanya, ia akan memberikan seluruh hidupnya untuk Mumtaa. Vinod sangat dekat dengan Sapna (Karisma Kapoor), teman masa kecilnya. Yang menjadi penghuni terakhir di dalam keluarga Ram Kishen.
Berhasil dihasut oleh ketiga temannya, Mumtaa meminta alasan kenapa Vivek diberi jabatan yang tinggi, yang seharusnya itu adalah milik Prem, karena Prem yang pintar diantara mereka bertiga. Terlebih setelah Anand, suaminya Sangeeta mengalami masalah dengan saudaranya sendiri di perusahaan mereka, yang memaksa Anand pindah ke Bangalore untuk membuat perusahaan sendiri. Mumtaa tidak ingin hal itu terjadi pada Prem maupun Vinod nantinya. Sehingga ia memulai mengambil langkah.
Ia meminta kepada Ram Kishen untuk mempertimbangkan keputusannya. Ram sangat yakin kalau ketiga anaknya tidak mungkin haus kekuasaan. Tetapi kekhawatiran itu tetap saja ada, sehingga Vivek yang tau akan hal ini dari Sadhna, bersedia meninggalkan rumah beserta kantor, dan kembali ke kampung. Vinod tidak bisa membiarkan hal ini terjadi, ia memilih ikut Vivek ke kampung, juga dikarenakan di kampung ada Sapna.
Sepulangnya Prem, ia merasa kaget karena kamar yang biasanya ia huni sudah menjadi kamar yang asing, barang-barangnya telah dipindah ke kamar Vivek. Ia marah, ia ingin semuanya seperti dulu, dimana ia, Vivek dan Vinod berada satu kamar, dan ya mungkin sekarang Vivek sudah menikah, maka Vivek berhak keluar dari kamar, dan pindah ke atas.
Karena hal ini, Prem merasa keluarganya hancur, untung Preeti selalu ada di saat Prem butuhkan. Sehingga pada suatu saat, di mana Sadhna akan melahirkan, akhirnya Mumtaa sadar, keluarganya lebih penting dibandingkan teman-temannya, terlebih teman-temannya itu bukan orang dalam. Bukan yang menjalani hidupnya.
So, there were saying "Blood thicker than water" so does it. A mother can't fight with her kids, and once kids fight for others, that's the time we should recalculation. Something should be wrong. And yes, we stand united. (as)

Krrish 3 - Everyone could be Krrish


Krrish 3 merupakan lanjutan dari film yang bertajuk manusia super, Krrish. Dibintangi oleh Hrithik Roshan, cerita hingga penyutradaraannya oleh ayahnya sendiri, Rakesh Roshan. Siapa yang menyangka, dari magis 'Jaddoo' di Koi Mil Gaya membuka gerbang yang sangat lebar untuk FilmKRAFT. Jika suasana di Krrish masih terlihat India-Bollywood, kali ini, Krrish 3 menyuguhkan suasana yang berbeda, tetapi tetap menggunakan bahasa Hindi.
Untuk visual effect (vfx) kali ini dipegang oleh Red Chillies, perusahaan yang dulunya didirikan Juhi Chawla bersama Shah Rukh Khan. Kini Shah Rukh mantap dengan Red Chillies, setelah mengganti namanya dari 'Dreamz Unlimited'. Dengan vfx seperti ini, mungkin Bollywood dapat bersanding dengan kancah perfilman di negeri paman Sam sana.
Setelah bersatunya Rohit dan Krishna (Hrithik Roshan), kehidupan baru dimulai. Sudah tidak berlatar belakang di Singapura, tapi lebih ke kota Mumbai sendiri. Krishna dan Priya (Priyanka Chopra) memulai hidup baru. Priya tetap menjadi seorang jurnalis televisi, dan Krishna selalu saja mengalami krisis pekerjaan. Krishna lebih memilih bekerja sebagai security untuk bisa mencegah kejahatan di sekitarnya, namun itu yang membuat ia tidak bisa lepas dari Krrish.
Rohit tetap bergulat dengan eksperimen yang baru dan termutakhir. Hingga di Namibia terdapat suatu virus yang mematikan. Memang terlihat seperti War World Z, penuh dengan virus yang gampang menular, dan juga antidote yang susah ditemukan.
Di sisi lain, Kaal (Vivek Oberoi) bereksperimen dengan genetika, dimana ia ingin membuat dirinya menjadi lebih berkuasa. Banyak gen dari binatang yang telah dicampurnya dengan gen manusia, untuk menemukan gen yang cocok. Hasil dari mutasi gen tersebut, lahirlah mutant yang tak terduga, dari lizard man, mystique, dan lainnya. Untuk bagian ini, terasa sekali Rakesh sangat berpusat pada X-Men, bagian dari Marvel Universe ini.
Cerita yang diangkat oleh Rakesh Roshan ini tidak terlalu eksklusif, karena masih sangat kasar dan juga terdapat beberapa kemiripan dengan film yang telah lama ada. Namun bukan Bollywood namanya jika tidak dapat membuat suatu jiplakan yang memiliki nilai tersendiri.
Krrish sendiri memiliki campuran dari Batman dan juga X-Men, dimana jika Batman berasal dari seorang Bruce Wayne, Krrish berasal dari Krishna yang memiliki kekuatan super karena perbuatan 'Jaddoo' di Koi Mil Gaya. Tapi tetap memiliki satu persamaan dengan superhero lainnya, identitas. Krrish membuat orang percaya bahwa ia tidak akan selalu ada dengan doktrin bahwa setiap orang yang berbuat baik untuk kebaikan orang lain, terutama khalayak ramai, dialah Krrish.
Hal yang ditanamkan Rakesh Roshan dari awal film ini sangat bermanfaat untuk penyelesaian dari film Krrish 3. Dimana terdapat perperangan besar antara hero dan villain, yang mengakibatkan hampir seluruh kota hancur lebur karenanya. Kaal yang tidak bisa dimusnahkan begitu saja, melawan Krrish yang manusia biasa dengan beberapa kekuatan super.
Tak terelakkan, poin-poin yang telah dibeberkan dari film dimulai sangat penting untuk penyelesaian cerita Krrish 3. Begitu banyak pelajaran yang ingin disampaikan oleh Rakesh, hanya saja ia tidak sempat membuatnya lebih terarah. Fokus cerita tidak begitu kuat, ada bagian drama yang tetap berjalan, dan tetap ada insert song yang lebih bagus tidak ada.
Untuk Background music sendiri dipegang oleh Rakesh, ia berusaha untuk membuat irama 'jaddoo' jadi theme song untuk Krrish 3 kali ini. Untuk sekedar bgm, saya akui, bagus, cukup menegangkan untuk film bertajuk superhero, tapi untuk insert song, hanya ada satu yang rasanya lebih bagus jika tidak ditampilkan.
Sebagai penutup dari review ini, saya sarankan jika menonton, jangan berharap sesuatu yang lebih. Karena ceritanya kurang kuat dan sering melupakan detil, tapi semuanya terobati dengan dance Hrithik. Who wants to miss his dance? (as)