Sabtu, 02 November 2013

Hum Saath-Saath Hain (1999)

Balik ke zaman sebelum milenia ketiga. Jika Kabhi Khushi Kabhie Gham dapat menarik perhatian para penikmat Bollywood, Hum Saath-Saath Hain seharusnya bisa menarik perhatian juga. Film yang dibesut oleh Sooraj R. Barjatya ini membawa tema keluarga ke dalam layar lebar. Bergelimang artis. Itulah ketika melihat poster film ini.
Tidak heran juga, adanya Salman Khan menjadi daya tarik tersendiri untuk menonton film ini. Tidak hanya itu, adanya Saif Ali Khan, Karisma Kapoor, Neelam dan Tabu juga menambah eksklusivitas film ini. Cerita yang diangkat di dalam film ini, selain menonjolkan esensi trimurti, juga memberi pelajaran untuk tidak menjadi manusia yang tamak.
Di ulang tahun pernikahan yang ke 25, Ram Kishen dan Mumtaa dihadiahi dengan pernikahan Vivek (Monish Bahl), putra pertama mereka dengan Sadhna (Tabu). Tabu dapat menerima Vivek yang tangan kanannya tidak bisa digerakkan. Dan juga kepulangan Prem (Salman Khan) dari Inggris. Prem adalah anak yang dibanggakan, karena kemampuannya yang luar biasa, dapat sekolah tinggi, dan juga pintar tentunya. Adik mereka, Sangeeta (Neelam) telah menikah dengan Anand, dan memiliki seorang putri. Lalu anak terakhir yang menjadi tumpuan keluarga di dalam masa pertumbuhannya, Vinod (Saif Ali Khan).
Sudah menjadi hal yang lumrah untuk keluarga di India sana untuk tetap bersama, meskipun anak-anaknya sudah besar, dan sudah menikah.
Konflik yang ada hanya sebuah ketakutan berlebihan yang dialami oleh Mumtaa, sang Ibu, ketika Ram Kishen memilih Vivek untuk menduduki jabatan 'managing director' di dalam perusahaan mereka. Kegalauan yang melanda itu didasarkan oleh desakan ketiga temannya yang tidak memiliki keluarga, dan juga masih suka bermain judi.
Masalah muncul setelah intermission. Di awal film, terkesan seperti drama yang penuh akan cinta. Selain Vivek, Prem juga menemui jodohnya, Preeti (Sonali Bendre). Dan sesuai janji Ram Kishen, di hari ia melihat ketiga menantu wanitanya, ia akan memberikan seluruh hidupnya untuk Mumtaa. Vinod sangat dekat dengan Sapna (Karisma Kapoor), teman masa kecilnya. Yang menjadi penghuni terakhir di dalam keluarga Ram Kishen.
Berhasil dihasut oleh ketiga temannya, Mumtaa meminta alasan kenapa Vivek diberi jabatan yang tinggi, yang seharusnya itu adalah milik Prem, karena Prem yang pintar diantara mereka bertiga. Terlebih setelah Anand, suaminya Sangeeta mengalami masalah dengan saudaranya sendiri di perusahaan mereka, yang memaksa Anand pindah ke Bangalore untuk membuat perusahaan sendiri. Mumtaa tidak ingin hal itu terjadi pada Prem maupun Vinod nantinya. Sehingga ia memulai mengambil langkah.
Ia meminta kepada Ram Kishen untuk mempertimbangkan keputusannya. Ram sangat yakin kalau ketiga anaknya tidak mungkin haus kekuasaan. Tetapi kekhawatiran itu tetap saja ada, sehingga Vivek yang tau akan hal ini dari Sadhna, bersedia meninggalkan rumah beserta kantor, dan kembali ke kampung. Vinod tidak bisa membiarkan hal ini terjadi, ia memilih ikut Vivek ke kampung, juga dikarenakan di kampung ada Sapna.
Sepulangnya Prem, ia merasa kaget karena kamar yang biasanya ia huni sudah menjadi kamar yang asing, barang-barangnya telah dipindah ke kamar Vivek. Ia marah, ia ingin semuanya seperti dulu, dimana ia, Vivek dan Vinod berada satu kamar, dan ya mungkin sekarang Vivek sudah menikah, maka Vivek berhak keluar dari kamar, dan pindah ke atas.
Karena hal ini, Prem merasa keluarganya hancur, untung Preeti selalu ada di saat Prem butuhkan. Sehingga pada suatu saat, di mana Sadhna akan melahirkan, akhirnya Mumtaa sadar, keluarganya lebih penting dibandingkan teman-temannya, terlebih teman-temannya itu bukan orang dalam. Bukan yang menjalani hidupnya.
So, there were saying "Blood thicker than water" so does it. A mother can't fight with her kids, and once kids fight for others, that's the time we should recalculation. Something should be wrong. And yes, we stand united. (as)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar