Sabtu, 02 November 2013

Krrish 3 - Everyone could be Krrish


Krrish 3 merupakan lanjutan dari film yang bertajuk manusia super, Krrish. Dibintangi oleh Hrithik Roshan, cerita hingga penyutradaraannya oleh ayahnya sendiri, Rakesh Roshan. Siapa yang menyangka, dari magis 'Jaddoo' di Koi Mil Gaya membuka gerbang yang sangat lebar untuk FilmKRAFT. Jika suasana di Krrish masih terlihat India-Bollywood, kali ini, Krrish 3 menyuguhkan suasana yang berbeda, tetapi tetap menggunakan bahasa Hindi.
Untuk visual effect (vfx) kali ini dipegang oleh Red Chillies, perusahaan yang dulunya didirikan Juhi Chawla bersama Shah Rukh Khan. Kini Shah Rukh mantap dengan Red Chillies, setelah mengganti namanya dari 'Dreamz Unlimited'. Dengan vfx seperti ini, mungkin Bollywood dapat bersanding dengan kancah perfilman di negeri paman Sam sana.
Setelah bersatunya Rohit dan Krishna (Hrithik Roshan), kehidupan baru dimulai. Sudah tidak berlatar belakang di Singapura, tapi lebih ke kota Mumbai sendiri. Krishna dan Priya (Priyanka Chopra) memulai hidup baru. Priya tetap menjadi seorang jurnalis televisi, dan Krishna selalu saja mengalami krisis pekerjaan. Krishna lebih memilih bekerja sebagai security untuk bisa mencegah kejahatan di sekitarnya, namun itu yang membuat ia tidak bisa lepas dari Krrish.
Rohit tetap bergulat dengan eksperimen yang baru dan termutakhir. Hingga di Namibia terdapat suatu virus yang mematikan. Memang terlihat seperti War World Z, penuh dengan virus yang gampang menular, dan juga antidote yang susah ditemukan.
Di sisi lain, Kaal (Vivek Oberoi) bereksperimen dengan genetika, dimana ia ingin membuat dirinya menjadi lebih berkuasa. Banyak gen dari binatang yang telah dicampurnya dengan gen manusia, untuk menemukan gen yang cocok. Hasil dari mutasi gen tersebut, lahirlah mutant yang tak terduga, dari lizard man, mystique, dan lainnya. Untuk bagian ini, terasa sekali Rakesh sangat berpusat pada X-Men, bagian dari Marvel Universe ini.
Cerita yang diangkat oleh Rakesh Roshan ini tidak terlalu eksklusif, karena masih sangat kasar dan juga terdapat beberapa kemiripan dengan film yang telah lama ada. Namun bukan Bollywood namanya jika tidak dapat membuat suatu jiplakan yang memiliki nilai tersendiri.
Krrish sendiri memiliki campuran dari Batman dan juga X-Men, dimana jika Batman berasal dari seorang Bruce Wayne, Krrish berasal dari Krishna yang memiliki kekuatan super karena perbuatan 'Jaddoo' di Koi Mil Gaya. Tapi tetap memiliki satu persamaan dengan superhero lainnya, identitas. Krrish membuat orang percaya bahwa ia tidak akan selalu ada dengan doktrin bahwa setiap orang yang berbuat baik untuk kebaikan orang lain, terutama khalayak ramai, dialah Krrish.
Hal yang ditanamkan Rakesh Roshan dari awal film ini sangat bermanfaat untuk penyelesaian dari film Krrish 3. Dimana terdapat perperangan besar antara hero dan villain, yang mengakibatkan hampir seluruh kota hancur lebur karenanya. Kaal yang tidak bisa dimusnahkan begitu saja, melawan Krrish yang manusia biasa dengan beberapa kekuatan super.
Tak terelakkan, poin-poin yang telah dibeberkan dari film dimulai sangat penting untuk penyelesaian cerita Krrish 3. Begitu banyak pelajaran yang ingin disampaikan oleh Rakesh, hanya saja ia tidak sempat membuatnya lebih terarah. Fokus cerita tidak begitu kuat, ada bagian drama yang tetap berjalan, dan tetap ada insert song yang lebih bagus tidak ada.
Untuk Background music sendiri dipegang oleh Rakesh, ia berusaha untuk membuat irama 'jaddoo' jadi theme song untuk Krrish 3 kali ini. Untuk sekedar bgm, saya akui, bagus, cukup menegangkan untuk film bertajuk superhero, tapi untuk insert song, hanya ada satu yang rasanya lebih bagus jika tidak ditampilkan.
Sebagai penutup dari review ini, saya sarankan jika menonton, jangan berharap sesuatu yang lebih. Karena ceritanya kurang kuat dan sering melupakan detil, tapi semuanya terobati dengan dance Hrithik. Who wants to miss his dance? (as)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar