Rabu, 12 Maret 2014

Highway (2014) - Shocking event, yet warming conclusion

Shaadi Ke Side Effects muncul dengan gagah berani karena dua casts yang pernah mencicipi black lady, bahkan 3 kali untuk Vidya Balan. Highway justru berani dengan casts yang baru, dan tidak begitu terkenal seperti pentolan SKSE. Alia Bhatt, muridnya Karan Johar ini berhasil membuktikan bahwa ia adalah seorang aktor yang tidak hanya berbakat dengan dempulan-dempulan make up yang kerap kali ditemukan di dalam diri seorang heroine.
Randeep Hooda sendiri lebih berpengalaman di dunia akting, namun namanya juga tidak begitu nyaring seperti Ranbir Kapoor. Dengan dua casts ini, Imtiaz Ali membuat sebuah keajaiban dengan suguhan perjalanan selama 133 menit di dalam bioskop.
Imtiaz Ali termasuk jajaran sutradara handal yang pernah dimiliki oleh Bollywood, Filmfare pernah mengabadikan 7 sutradara paling berpengaruh di Bollywod. Rakesh Roshan, Farhan Akhtar, Rajkumar Hirani, Ashutosh Gowariker, Rakesyh Omprakash Mehra, dan Sanjay Leela Bhansali. Superb.
Highway saat ini dinilai 7.9/10 di situs perfilman paling besar, internet movie database (IMDb). Beberapa reviewer bingung untuk memberi rate sendiri. Bukannya bermain aman, tapi untuk kepuasan sendiri, saya sarankan untuk nonton film-nya sendiri, tentunya dengan membeli DVD original.
Mengisahkan Veera Tripathi (Alia Bhatt) yang mengalami social pressure akibat pernikahan yang sudah dekat. Hal ini biasa terjadi kepada wanita yang belum siap untuk menikah, dan sangat wajar jika terjadi. Pada dua hari sebelum pernikahannya, ia menghubungi calon suaminya, Vinay untuk refreshing sebentar, sekedar berjalan-jalan di sepinya malam.

Pada saat mengisi bensin, terjadi sebuah adegan kriminal dimana disaksikan oleh dua sejoli ini, hanya saja Vinay selamat dari ancaman para kriminil tersebut. Veera diculik, tidak ada alasan kenapa harus Veera, kenapa bukan Vinay, tidak memiliki kejelasan sama sekali, mungkin Imtiaz Ali dapat membuatnya lebih jelas dengan memperkenalkan siapa Veera sebenarnya.
Mahabir Bhati (Randeep Hooda) yang tidak terima kenapa anak Tripathi-ji tidak boleh diculik akhirnya memilih berpisah dengan yang lain, demi mencapai tujuannya. Pada saat ini masih terlihat belum jelas tujuan dari sutradara, hanya saja fokusnya penonton akan menjadi bonus tersendiri ketika melihat Veera mulai tidak berhenti berbicara.
Stockholm Syndrome, sebuah sindrom yang ternyata dialami oleh Veera. Ia lebih senang berada diantara Mahabir dan teman-temannya dibanding berada di dalam rumahnya. Hingga langkah Mahabir terhenti karena pencarian Veera sudah melebar, dan ia ingin meninggalkan Veera di kantor polisi. Hubungan yang terjalin antara ia dan Veera membuat ia lebih memilih untuk bertanggung jawab, untuk menemani perjalanan anak pejabat tersebut.
Mahabir merindukan kasih yang dulu sempat diberikan oleh ibunya, kini ia temukan di Veera. Seorang korban penculikan dari aksi konyolnya yang lebih menghargai dirinya, dibanding yang lain. Sehingga apa yang terjadi di sepanjang jalan adalah sebuah pengalaman yang tidak saja dialami oleh tokoh Veera, tetapi juga penonton. Jika Gravity adalah sebuah film survival, maka Highway tidak jauh berbeda, hanya saja semuanya dibalikkan lagi ke penonton, akankah penonton menyukai apa tidak.
Bukan bermaksud untuk membandingkan, hanya saja dengan balutan setting yang indah serta alunan musik dari A.R. Rahman adalah rumus yang tepat untuk membuat sebuah film. Hanya saja, sebuah pengalaman yang disuguhkan tidak begitu banyak musik, minim musik, hanya alunan yang beberapa kali terdengar. Kisah Veera dan Mahabir bukanlah seperti kisah Raj dan Rashmi di dalam Qayamat Se Qayamat Tak yang penuh dengan halangan, meskipun sempat terpikir akan berakhir seperti itu.
Setting yang begitu menawan juga menjadi daya tarik dari perjalanan spiritual Veera dan Mahabir.
Highway sebuah perjalanan yang hanya dapat dinikmati dari orang-orang yang mencari jawaban, atau bahkan yang mencari arti dari kehidupan sesungguhnya. Bukanlah sebuah film yang bertipe hiburan, dan juga bukan sebuah film yang mengharuskan penonton untuk memikirkan bagaimana jalan ceritanya, hanya sebuah pengalaman yang diceritakan di dalam lebarnya layar bioskop. (as)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar