Rabu, 12 Maret 2014

Shaadi Ke Side Effects (2014) - Big casts, unclear aim.

Balaji Telefilm. Siapa yang tidak kenal dengan Balaji? Ups. Iya, memang, untuk film yang setenar Kuch Kuch Hota Hai, Balaji belum bisa mengalahkannya. Dua besar production house yang ada di Bollywood memang begitu terkenal. Karan Johar dengan Dharma Production, serta Aditya Chopra dengan Yashraj Film. Bukan berarti tidak ada saingan, kini Balaji mulai merencanakan branding yang begitu besar dengan menggaet Vidya Balan sebagai best actor (female) di Filmfare 2013, serta Farhan Akhtar sebagai best actor (male) di Filmfare 2014.
Merupakan sequel dari Pyaar Ke Side Effects dari Pritish Nandy Communication, dengan sutradara Saket Chaudhary. Kali ini memang Balaji menginginkan sebuah sequel yang bagus, mengalahkan film terdahulu. Sayang, estimasi dari Balaji sepertinya ketinggian, dan dengan dua bintang film tersebut, seperti sebuah kesia-siaan semata.
Kisah berawal pada sebuah ide untuk memiliki anak dimana keadaan keluarga Sid (Farhan Akhtar) dan Trisha (Vidya Balan) belum begitu mapan, sehingga keputusan ini juga memiliki dampak besar terhadap hidup Sid. Ada saatnya dimana memiliki anak adalah sebuah keputusan yang sangat besar, dimana tidak hanya tanggung jawab yang akan bertambah, tapi juga serentetan masalah yang kian muncul dengan hadirnya sang anak.

Adanya Ram Kapoor di dalam film ini membuat cerita lebih taktikal, dimana disini letak dari inti cerita mengenai kehidupan pernikahan. Film yang diharapkan oleh Balaji Telecine akan menjadi sebuah breakthrough ternyata hanya impian belaka. Film ini, hanya sekedar sebuah film yang menjual nama pemainnya dibanding dengan cerita yang ingin ditonjolkan.
Selain Ram Kapoor, adanya Vir Das membuat film ini lebih terkesan masala, dimana ia berhasil membuat masa-masa Sid yang kelam menjadi begitu banyak kesempatan. Untuk Farhan Akhtar sendiri, memang terlihat ia berusaha untuk menghidupkan beberapa karakter yang terlihat susah. Bermula dari seorang suami, seorang ayah, seorang teman, hingga seorang bujang. Hats off. Farhan begitu ciamik memerankan Sid, sehingga perjuangan Sid terlihat begitu nyata, sehingga faktor-faktor pendukung tidak terperhatikan dengan baik oleh tim produksi.

Musik yang tidak begitu terkena di telinga, hingga tarian yang begitu biasa membuat nilai film ini menjadi lebih standar dibanding dengan dua pentolannya. Seperti yang telah terungkap di paragraf awal, bahwa komposisi ini diharapkan untuk menjadi breakthrough dari Balaji Telecine, dengan dua pentolan Filmfare award. Hanya saja hasil dari filmnya mengabaikan kemampuan akting dari duo Vidya-Farhan ini, sehingga film ini akan cepat terlupakan seiring hadirnya beberapa film yang lebih menjanjikan.
We know that actors will be our concerned to watch a movie, further more with their acknowledgement as best actor, but somehow, packaging will be more important. See Ranbir's Besharam, not well-scripted, and yet, people trying to ignore him. People interesting in his personal life than his movie, but he will show us who he really is in Roy and Bombay Velvet.
Clean slate for this Side Effects's venture. Kabhi Alvida Naa Kehna isn't successful in India, and I don't think there will be 'Cheating Ke Side Effects'. And for Farhan, supposed to be shared screen with SRK in Raees under his production, but it seems Excel proudly say that Nawaz replaced him, due to clash of availability date.
A margin effect caused by this movie. And maybe both parties would learn something within it. (as)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar