Jumat, 18 April 2014

2 States - Endearing journey with lot of obstacles

Film yang bertajuk tentang perbedaan kultur ini memang menjadi film yang ditunggu-tunggu, tidak hanya karena dipromosikan dengan baik, juga karena 2 States sendiri adalah sebuah film yang berdasarkan novel semi autobiography dari Chetan Bhagat. Akan selalu ada pro dan kontra untuk membahas sebuah film yang diadaptasi dari novel. Film hanya sebuah wadah untuk menjadikan imaginasi pembaca menjadi universal, meskipun kreativitas manusia itu berbeda.
Ini adalah film kedua Dharma Productions pada tahun ini, dengan casts yang baru, sepertinya Karan Johar ingin membuat 'student'nya menjadi lebih berpengalaman di dalam dunia akting. Sudah menjadi tradisi di dalam industri untuk mencoba segala macam formula untuk menciptakan film yang box office. 2 States merupakan film yang diarahkan oleh Abhishek Varman, seorang debutan sutradara yang sempat menjadi assistant director untuk dua film ternama, Jodhaa-Akbar dan My Name is Khan.
Untuk musik, kali ini sepertinya Dharma memilih Shankar-Ehsaan-Loy, setelah victorious year kemarin, sepertinya akan menjadi bantuan tersendiri untuk mengundang penonton. Musik yang bagus didukung dengan timing yang bagus akan sangat memorable, hanya saja sepertinya peletakan musiknya terlalu kacau, sehingga tidak begitu memorable.
Untuk plot cerita sendiri, Chetan Bhagat tidak turun tangan dalam screenplay, sehingga apa yang disuguhkan murni dari Abhishek selaku sutradara dan screenplay didukung dengan Hussain Dalal pada bagian dialogue, yang juga memegang Yeh Jawaani Hai Deewani tahun lalu, hanya saja masih banyak kekurangan di sana-sini, tapi bukan berarti tidak bagus. Hanya saja mirip dengan penempatan lagunya, tidak memorable sama sekali.
Krish Malhotra (Arjun Kapoor) anak tunggal dari Vikram dan Kavita. Sempat mengawali kuliah di IIT(Engineer) dan akhirnya berbalik arah ke IIMA (Management). Di sanalah ia bertemu dengan Ananya Swaminathan (Alia Bhatt), seorang tamilian yang sama sekali tidak terlihat seperti south indian (Well, in this case, I really don't know what's the differences except their languages). Ananya terlihat begitu lancar dalam berbahasa Hindi, dan juga parasnya yang cantik menjadi sasaran para mahasiswa IIT. Krish dan Ananya menjadi dekat karena pada satu kelas, Ananya gagal menjelaskan rumus matematika dari sebuah kurva ekonomi, Krish berusaha untuk menenangkan Ananya, berujung pada undangan belajar bersama, alias pendekatan secara tidak langsung.
Tiga tahun mereka lalui bersama hingga pada akhir masa perkuliahan Ananya bertanya akan hubungan yang nantinya akan terpisah akan jarak, dan perbedaan kultur. Krish kembali ke Delhi dan Ananya kembali ke Chennai, bekerja di Sunsilk. Krish telah berjanji akan bekerja di kota yang sama dengan Ananya, sehingga mereka tidak harus mengalami LDR. Awalnya berat untuk melawan keinginan orang tua, terlebih Krish begitu sayang dengan ibunya. Hingga kekacauan itu lagi dan lagi muncul, yang menyebabkan Krish membulatkan keputusan untuk kerja di Chennai. Lebih tepatnya meluluhkan hati orang tua Ananya, kerjaan yang lebih berat dibanding menjadi seorang pekerja di Yes Bank.
Salah satu keunikan dari Abhishek adalah ia mampu membawa penonton ke dalam usaha Krish dalam meyakinkan orang tua Ananya, dan juga meyakinkan orang tuanya sendiri. Mungkin di sini, di Indonesia jarang menjadi kasus inter-cultural marriage, tapi di India sana, hingga kini masih menjadi kebiasaan walaupun negara penjinak ular ini terkenal dengan toleransinya yang kuat, tetap saja ingin diperlakukan eksklusif di dalam komunitas (setidaknya seperti itu).
Namun side story yang dimiliki oleh Krish lebih menarik dibanding dengan perjalanan usaha Krish dalam mendapatkan restu dari kedua belah pihak. Hubungan Krish dengan ayahnya Vikram (Ronit Roy) tidak begitu baik, sehingga di dalam keluarga ini terdapat kesimpang siur yang mengakibatkan tekanan dari berbagai pihak. Memang akan selalu menarik ketika membahas tentang Father-Son relationship, dan ini juga dikarenakan akting dari Ronit yang begitu memukau.
To sum up, this is quite an endearing journey of Krish and Ananya, but for whole package, it seems they had a lot of troubles. Arjun simply did it, but he is no where, and Alia trying very hard to fit in her role, but she isn't going anywhere. And it will be case per case basis, but for a movie, it is just convinced me what Krish had done is really tough and I want it to be happy at the end, and yet I don't know the conclusion beside they made their way. Ronit Roy is the one that brought up emotional sense of the movie.
Quite famous words they had about this one, 
'Love marriages around the world are simple:
Boy loves girl. Girl loves boy. They get married.
In India, there are a few more steps:
Boy loves Girl. Girl loves Boy.
Girl's family has to love boy. Boy's family has to love girl.
Girl's Family has to love Boy's Family. Boy's family has to love girl's family.
Girl and Boy still love each other. They get married.'
Kalau ditanya harus ditonton apa tidak, harus ketika menghabiskan long weekend tanpa ada itinerary yang khusus, terlebih akan terbawa dengan suasana galau yang diciptakan oleh Krish dan judes cantiknya Ananya. Dan akan lebih menarik jika kalian tau mengenai India sedikit, tidak hanya sebatas sebuah negeri yang memiliki Shah Rukh Khan. Dan iya, jika berniat untuk menikah dalam setahun atau dua tahun kedepan, ada baiknya ajak orang tua nonton ini. It's all about love, nothing else. (as)