Minggu, 21 Desember 2014

PK - What a Class!

The most anticipated movie of the year. Setidaknya begitu yang beredar di kalangan media. Tidak hanya star factor, Aamir Khan, tetapi juga reka ulang kesuksesan 3 Idiots. Bersama Rajkumar Hirani yang terkenal dengan film-film berbobot tinggi dalam nilai serta norma-norma, Jika diulas balik tentang film-filmnya, sudah pasti akan menjadi jaminan sukses, ditambah dengan adanya star factor.
Aamir Khan merupakan salah satu aktor India yang berhasil nangkring di dalam Top 250 iMDB all times, dan PK termasuk di dalamnya. Bersama Abhijat Joshi, lagi dan lagi Raju Hirani membuat suatu karya yang memang kaya akan nilai-nilai yang selama ini melenceng di dalam sosialita.
Anushka Sharma mendapatkan peran di dalam film ini, yang mana ia juga pernah mencoba casting untuk film 3 Idiots. Tidak hanya itu, adanya Sanjay Dutt di dalam film ini menjadi daya tarik sendiri, Raju Hirani yang dikenal dengan dua orang ksatria ini pun akhirnya menggabungkan mereka ke dalam satu judul.
Sebuah alien mendarat di Bumi, di Rajasthan, India. Dengan segala perbedaan yang ada, terutama bahasa, membuat satu-satunya alat komunikasinya dengan kawanannya dicuri oleh orang pribumi. Karena terus mencari alat tersebut, ia dipanggil Peekay atau Pemabuk. Peekay (Aamir Khan) terus mendapatkan jawaban yang sama mengenai pertanyaannya. Hingga membuat ia mencari Tuhan. Yang mengarahkan ia kepada miskonsepsi mengenai Tuhan. Dengan pola pikirnya yang unik, membuat Jagat "Jaggu" Janani (Anushka Sharma) tertarik untuk menulis liputan mengenai keunikannya, serta pencariannya akan Tuhan.
Menghadap bosnya, Cherry Bajwa (Boman Irani) Jaggu mendapat masalah karena Cherry tidak ingin membahas mengenai hal yang berbau religi karena pernah mengalami pengalaman buruk ketika berhadapan dengan Tapasvi Maharaj (Shaurabh Shukla). Namun karena terhibur dengan polosnya pikiran PK, akhirnya Cherry setuju, dan akhirnya sampai pada satu debat antara PK maupun Tapasvi yang membawa masa lalu Jaggu menjadi tontonan bebas.
Jaggu pernah menjalin hubungan serius dengan seorang mahasiswa berasal dari Pakistan bernama Sarfaraz (Sushant Singh Rajput). Karena 'wrong number' yang terjadi, akhirnya Jaggu dan Sarfaraz berpisah. Hal itu pula yang membuat PK ingin menyatukan mereka.
In a nutshell, PK adalah sebuah film yang benar-benar sensitif, tapi juga menghibur. Bagi penonton yang memang berpikiran terbuka dan tidak gampang emosi, maka memang dapat menikmati setiap plot dengan mudah. Memang lebih menonjolkan agama Hindu, dimana ada Lord Shiva yang menjadi perhatian di dalam film ini.
Jika Munna Bhai dan 3 Idiots memiliki plot yang hampir sama, PK memiliki plot yang lebih segar, dan lebih komedi. Tentunya kualitasnya tetap terjaga. Rasanya film ini tidak perlu banyak promosi, karna nilai dalam filmnya sendiri sudah tinggi. (as)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar