Kamis, 11 Desember 2014

Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh.

Bisa dikatakan sedang bagus. Soraya Intercine Films, paska film fenomenal 5cm, terus membuat film yang memiliki formula yang hampir sama. Tak bisa dielakkan, rumah produksi film yang memiliki darah India ini menggunakan metode seperti negeri Bollywood sana. The actor. Seperti Arjun Kapoor dan Ranveer Singh. Mereka adalah yrf boy, kalau di sini, ada juga. Herjunot Ali, dengan sepak terjang consecutively three years, sudah sewajarnya ia menjadi Soraya boy. Debut sepuluh tahun lalu sebagai VJ MTV, dengan track record yang tidak begitu banyak film, sepertinya ini adalah sebuah redemption untuk Junot.
Now we're moving to the girl. Yak. Raline Shah. Namanya baru terdengar dua tahun belakangan ini, dengan debutnya pada film 5cm. Ia pernah menjadi pilihan untuk memerankan Hayati (Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck) yang digarap oleh sang produser langsung, Sunil Soraya. Namun karena ia belum begitu tenar, akhirnya peran Rangkayo Hayati jatuh kepada Pevita Pearce.
Pernah melakukan film bersama, tentunya tidak susah untuk menghidupkan chemistry antara Junot dan Raline. Tidak sampai disitu, casting director juga memilih Fedi Nuril untuk bergabung dengan projek ini. Lengkap sudah, trio 5cm., digiring ke dalam film ini.
Menggunakan formula yang sama bukan berarti pemeran harus sama. Ini hanya kebetulan karakter yang diperankan dapat direpresentasikan dengan aktor tersebut. Untuk musik, Soraya tetap menggunakan Nidji sebagai pengisi musik untuk Original Motion Picture Soundtrack. Tentu saja orang yang menonton filmnya akan dapat membaca formula ini, ditambah dengan jadwal tayang yang sudah diambil jauh hari sebelumnya. Akhir tahun.
Untuk yang suka memperhatikan sisi teknis sebuah film, pasti akan sangat sadar akan hal ini. Ensemble casts, groovy musics, and rightly release on December second week. It will be on the cineplex till the new year eve, for sure.
Tidak hanya itu, ketiga film Soraya-Junot ini semuanya berasal dari novel. Apakah itu bisa dimasukkan untuk mencari success formula milik Soraya?
Film ini diarahkan oleh salah satu sutradara ternama yang pernah dimiliki Indonesia, Rizal Mantovani. Dan juga, ia yang menggarap 5cm., jadi sudah jaminan mutu bahwa film ini akan sangat menyegarkan mata dengan indahnya pemandangan dunia.

Bermula dengan bertemunya Dimas (Hamish Daud) dan Reuben (Arifin Putra) di Washington D.C., berujung pada pengakuan orientasi seksual Dimas yang gay karena mereka sama-sama mengkonsumsi Serentonin. Pada saat itu, Reuben membuat janji bahwa 10 tahun lagi, ia akan membuat sebuah masterpiece, sebuah roman yang melampaui sains. Cerita tersebut berawal pada Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh, secara paralel, hubungan kisah cinta terlarang dari seorang pengusaha muda, Ferre (Herjunot Ali) dengan wartawati muda dan cantik, Rana (Raline Shah) seorang istri dari Arwin (Fedi Nuril) yang merepresentasikan karakter dari Ksatria dan Putri.
Hadirnya seorang Diva (Paula Verhoeven) yang merupakan Bintang Jatuh yang dibuat oleh duo Dimas-Reuben.

Roman Ferre-Rana terasa begitu indah, dan didukung dengan teknik pengambilan gambar yang tepat dan pengaturan setting yang tepat menjadikannya sebuah momen romantis. Pertentangan batin yang tercipta di dalam diri Rana serta penantian Ferre akan jawaban Rana menjadi konflik yang hanya mereka berdua yang dapat menyelesaikannya.

Keadaan semakin kacau ketika Arwin mengetahui apa yang terjadi, dan ia yang begitu mencintai Rana ingin memberikan kebahagian untuk Rana, meskipun itu harus menceraikan Rana. Namun Rana yang tidak hanya menikahi Arwin, orang tua, keluarga, serta status sosial Arwin merasa itu sangat mustahil. Perceraian itu tidaklah hal yang lazim.

Awal jumpa Ferre dan Diva adalah ketika ia frustasi akan keadaanya. Keadaan dimana selalu Ferre yang ditinggal, baik oleh ayahnya, oleh ibunya, oleh kakek-neneknya. Hingga Rana, yang ia cintai dan mencintainya juga memilih bersama Arwin dibanding menghidupkan rasa yang sudah mengkristal tersebut.
Kisah tersebut menjadi lebih complicated ketika sosok cyber avatar yang dipikir hanya ada dalam tulisan Reuben dan Dimas, ternyata juga menghampiri mereka berdua. Tidak hanya itu, sang Supernova juga mencari penerus, dan mereka percaya bahwa dua orang ini dapat menjalankan Supernova sebagaimana mestinya.
Diakhiri dengan ketidakteraturan dunia, berpisahnya Ferre dan Diva. Diva menjadi tetangga Rana tidak berarti installment kedua dari film Supernova akan menceritakan tentang mereka lagi.
Dalam Novelnya, Dee, telah membuat serial Supernova hingga lima, yang terbaru adalah Gelombang. Hampir mirip dengan omnibus, tapi ini memiliki skala yang lebih besar, dan waktu yang lebih lama.
Dengan casts yang banyak, membuat para pemain harus tampil lebih ekstra untuk dapat mencuri perhatian penonton. Image Junot yang cool dari Zafran hingga Ferre bisa dikatakan bagus. Pembawaan karakternya juga dapat dibedakan antara tiga karakter sebelumnya. Raline Shah menawan dengan actively seducing Rana, dan Hamish Daud yang dapat membuat karakter Dimas menjadi lebih sentral, bersama Arifin Putra.
Arifin Putra yang seharusnya mendapatkan spot yang lebih banyak, malah digunakan sebagai supporting casts. Bagus, ia menempatkan posisinya dengan baik, tapi jarang aktor yang sudah sering menjadi lead, ataupun second lead untuk bermain menjadi supporting cast.
Balutan musik yang terkesan religius, mengantarkan sensasi film ini lebih wow dengan beberapa lokasi yang memang menawan.
Akan selalu ada dua kubu, yang lebih mencintai versi novel, maupun film. Namun satu hal yang kurang dari film ini. Sepertinya, gagal dalam engaging penonton. Mungkin bagi penonton yang sudah membaca novelnya, memiliki imajinasi tersendiri bagaimana cerita tiga tokoh tersebut, tapi untuk penonton yang sama sekali tidak mengerti akan mengalami kesulitan inti dari cerita tersebut.
Apakah itu fiksi, atau nyata. Apakah itu logis apa tidak. Meninggalkan banyak pertanyaan untuk hal teknis.
Overall, this movie is such another phenomenon. When romance meets fantasy, beyond all sciences notes. Have you prepared your self to get turbulence from this awesome Supernova? If yes, surely, do watch this movie. You won't regret it. And if you have no idea about this movie, just watch it, and do not think it further. It will squeeze your brain. (as)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar