Jumat, 22 April 2016

Prem Ratan Dhan Payo - A misleading family issues

Ada banyak spekulasi mengenai film ini. Berawal dari actor-who-never-won dan seorang aktris yang terkenal dengan skill akting yang tidak begitu mumpuni, terlebih dengan icon fashionista yang ia genggam membuat film ini menjadi film paling dinanti, ntah itu untuk dipuji, atau hanya sekedar untuk dihujat.
Ternyata tidak sesederhana itu, alih-alih dengan slogan, "Prem is back" yang beredar di dunia jurnalistik, membuat orang lebih ingin menontonnya. Siapa tau Prem yang dulu dielu-elukan di India kembali, setelah Rahul kembali di Chennai Express, mungkin ini saatnya Prem kembali di Prem Ratan Dhan Payo. What a title.
Sang sutradara, Sooraj Barjatya terkenal dengan membuat film-film yang berlandaskan kekeluargaan. Dapat dilihat perjalanannya sebagai sutradara pada tautan ini. Sehingga sudah pasti akan ada penonton yang menonton, baik itu hanya untuk menghibur diri, atau sebagai fan.
Kisah bermula ketika seorang pangeran, Yuvraj Vijay Singh (Salman Khan) sedang terancam karena ada yang tidak suka dengan kenyataan bahwa ia memegang penuh kerajaan. Atas idenya Diwan (Anupam Kher) akhirnya sang pangeran disembunyikan karena cedera pada saat kecelakaan kereta kerajaan.
Posisi sang pangeranpun digantikan oleh Prem Dilwala (Salman Khan) karena mereka mirip. Jalinan kasih tercipta antara putri Mithaili (Sonam Kapoor) dan sang Pangeran. Mithaili adalah temannya Chandrika (Swara Bhaskar) yang merupakan saudara Yuvraj yang berasal dari ibu yang berbeda.
Karena satu masalah, akhirnya hubungan mereka menjadi tidak baik, terlebih Yuvraj Ajay (Neil Nitin Mukesh) yang telah dihasut atas ketidak-bijakan sang kakak dalam mengelola kerajaan.
Permasalahan dan inti dari sebuah film Prem Ratan Dhan Payo ada di sini. Tentang sebuah keharmonisan keluarga, untuk saling percaya satu sama lain, untuk berjalan ke arah yang sama. Jika Dil Dhadakne Do merupakan ilustrasi modern, maka Prem Ratan Dhan Payo adalah sebuah ilustrasi pada sebuah masa lampau. (as)

Bajrangi Bhaijaan - A hero can't do it alone.


Tahun 2015 ini benar-benar tahun yang dimiliki oleh Salman Khan. Bagaimana tidak, pada waktu Eid, filmnya Bajrangi Bhaijaan rilis, dan pada Diwali, Prem Ratan Dhan Payo. Sudah pasti dua waktu ini menjadi waktu favorit untuk para penonton, terlepas dari para penggemar 'The Hulk' nya Bollywood.
Saya sudah melakukan review di IMDb, kalau berkenan bisa melihat pada tautan ini.

Bajrangi Bhaijaan menceritakan tentang seorang penganut kepercayaan terhadap Bajrangi. Dia menjalani kehidupannya dengan penuh kepatuhan. Karena kepatuhan tersebutlah yang membawanya berpetualang ke perbatasan India-Pakistan, hingga namanya menjadi terkenal karena usahanya tersebut.
Ada beberapa casts yang bermain di film ini selain Salman Khan. Meskipun terlihat seolah seorang Pawan adalah pahlawan untuk Munni/Sahida (Harshali Malhotra) tetapi jika dilihat dari sudut lain, maka tidak dapat dikatakan bahwa ia adalah seorang pahlawan. Karena jika diikuti jalan ceritanya, adanya bantuan dari Chand Nawab (Nawazuddin Siddiqui) yang membantunya dalam melewati halangan dan rintangan selama di Pakistan.
Secara keseluruhan, film Bajrangi Bhaijaan ini merupakan film keluarga yang dapat ditonton ketika sedang bersama, ataupun pada saat acara tertentu, semisal Eid.
Bajrangi Bhaijaan juga dengan sangat cepat tayang di TV lokal pada awal tahun 2016 ini. Semuanya karena virus India sedang melanda Indonesia, baik dari segi serial, hingga perfilmannya.
Semoga akan lebih banyak bioskop yang menayangkan film Hindi sehingga juga cepat turun di Televisi lokal. (as)

Jumat, 15 April 2016

FAN - A solely broken-heart Fan and an egoist Megastar

Merupakan film yang paling dinanti oleh para peminat (fan) Shah Rukh Khan. Sekilas terlihat bahwa ini hanya sebuah proyek narsis seorang mega-bintang. Ada banyak makna di dalam film ini. Ekspektasi bahwa ini akan menjadi sebuah breakthrough seorang Shah Rukh Khan yang dalam 5 tahun terakhir ini tidak memiliki film yang membuat penonton berdecak kagum.
Kabarnya skenario film ini sudah diomongkan oleh Yash Chopra beberapa tahun silam. Shah Rukh sendiri menyukai cerita tersebut, sehingga penggarapannya yang tidak main-main juga membuahkan hasil.
Meskipun dengan teknologi yang maju seperti sekarang ini, tidaklah sulit untuk membuat peran ganda seperti Aryan dan Gaurav. Namun, ada tawaran tersendiri untuk para fans di luar sana. Fans yang paham seperti apa idolanya, yang tau mimik-mimik wajahnya, serta yang hidup bersama dalam 23 tahun terakhir ini.
Bermula dari hidup seorang anak Delhi, Gaurav Chandna (Shah Rukh Khan) yang dikenal dengan Junior Aryan Khanna. Hidupnya yang bergantung pada warnet di sebuah pusat keramaian di Delhi. Berturut-turut menang pada pentas Commonwealth Move Money, Sitara, karena totalitas aktingnya dalam memerankan sang Senior, Aryan Khanna (Shah Rukh Khan).
Semuanya berubah hanya karena Gaurav tidak diperlakukan dengan baik oleh sang Idola, Seperti love turn into hatred. Seperti itulah ringkasan cerita Gaurav dan Aryan. Namun jangan berpikir bahwa ini hanya sebatas film mengenai kekecewaan tentang seorang Fan. Definisi fan juga dibuat ke arah lebih posesif dibanding yang sewajarnya.
Lokasi yang diambil 3 negara ini menjadi tidak begitu menarik karena penonton akan fokus pada ceritanya yang mengundang rasa penasaran. Keindahan Dubrovnik dan Causality of London kalah dengan ulah Gaurav.
Jalan cerita yang tidak terdapat twist tetapi cukup menarik perhatian penonton menjadi satu nilai positif untuk film ini. Di dalam film ini, kalian akan menemukan cinta seorang fan terhadap idolanya. Meskipun tidak seperti Kabhi Kushi Kabhie Gham, Fan juga memiliki pergerakan emosional seperti yang kita rasa ketika melihat Yashvardhan Raichand mengutarakan bahwa ia begitu menyayangi anaknya, Rahul Raichand.
Fan bukanlah bagian dari 'the reign of Rahul' tetapi 'best of best' Shah Rukh Khan. Mungkin ini terkesan cerita yang mediocre, namun dalam satu sisi tertentu, hanya seorang fan yang bisa merasakan setiap pergerakan emosi yang ada di dalam film ini. Tontonlah jika memang kamu seorang fan, meskipun bukan fan Shah Rukh Khan, karena seorang fan yang membuat sang Idola.
Gaurav hai, toh Aryan hai. Aryan ada karena ada Gaurav. Idola dan fan tidak akan pernah bisa dipisahkan.

Senin, 21 Maret 2016

Neerja - Autobiography of a Brave Girl.

Sonam Kapoor terkenal tidak begitu mengena dalam segi akting. Banyak film yang terdapat namanya sebagai aktris, namun kontribusinya tidak begitu besar. Bisa dibilang Ranjhaanaa atau film sekelas Bhaag Milkha Bhaag banyak yang menganggap bahwa ia tidak termasuk pada bagian film tersebut. Namun ada misteri tersendiri ketika Sonam Kapoor bermain dengan Salman Khan pada judul Prem Ratan Dhan Payo... seolah keberutugan Sonam Kapoor berubah.
Neerja Bhanot (Sonam Kapoor) merupakan seorang pramugari sekaligus seorang model di Delhi. Selepas perceraiannya dengan Navish, ia memilih untuk bekerja sebagai Pramugari dari Pan Am Air. Kehidupannya yang sederhana membuatnya menjadi putri yang paling disayang, baik di dalam keluarga maupun di koloninya.
Beberapa hari sebelum ulang tahunnya yang ke 23, Neerja yang baru saja dipromosikan menjadi kepala pramugari mengambil penerbangan terakhirnya. Pesawat yang bertujuan ke Frankfurt tersebut harus singgah di Karachi karena prosedur yang ada.
Ketika berhenti di Karachi, masuklah beberapa perompak yang memiliki agenda di bawah organisasi Abu Nidal. Neerja sempat memberi kabar kepada para pilot dan co-pilot, sehingga mereka sempat menyelamatkan diri. Hal ini membuat penerbangan Pan Am tersebut terhenti selama 18 jam untuk melakukan negosiasi.
Sonam Kapoor sukses memerankan Neerja Bhanot dengan segala tindakannya untuk menyelamatkan para penumpang. Dengan suguhan cerita yang lebih menonjolkan keberanian seseorang dalam melakukan tugasnya. Rilis pada tanggal 19 Februari 2016 hingga hari ini 21 Maret 2016 masih tayang di Plasa Senayan XXI. Bukankah berarti film ini bagus? Jarang-jarangnya film Hindi bertahan lama dalam bioskop, terlebih lagi ini jarigan 21.
Go for your own risk.

N.B. Sorry for lateness. Barely have time to do review.